JPMorgan, Citi, UBS, dan 25 institusi publik dan swasta lainnya menyelesaikan uji coba pembayaran tertokenisasi Project Agorá, memproses sekitar CHF 800.000 dalam enam mata uang.
Pengujian melibatkan 30 transaksi di 17 skenario menggunakan franc Swiss, euro, pound Inggris, yen Jepang, won Korea Selatan, dan dolar AS.
trials mencakup pembayaran korporat dan antarbank, transfer antar grup, transaksi dua mata uang, dan penyelesaian pembayaran terhadap pembayaran.
Project Agorá menggunakan cadangan bank sentral yang ditokenisasi dan setoran bank komersial yang mewakili nilai moneter nyata. Transaksi diselesaikan secara atomik, artinya aset yang terlibat ditransfer secara simultan atau tidak sama sekali.
Meskipun prototipe tidak secara langsung terintegrasi dengan sistem settlement bruto real-time dan perbankan inti yang ada, transaksi memakan waktu rata-rata sekitar 80 detik dari awal hingga penyelesaian.
Peserta juga mendapatkan visibilitas penuh terhadap status pembayaran dan routing, sementara pembayaran korporat dapat diproses langsung melalui platform.
Pengujian menunjukkan bahwa prototipe dapat berinteraksi dengan infrastruktur perbankan eksternal menggunakan standar pembayaran dan pelaporan ISO 20022 yang telah mapan, termasuk pesan pacs.008, pacs.009, dan camt.053.
Institusi yang berpartisipasi meliputi BNY, BNP Paribas, CaixaBank, Deutsche Bank, Lloyds Banking Group, Mizuho, MUFG, NatWest, Standard Chartered, dan TD Bank.
Bank of England, Bank of France, Bank of Japan, Bank of Korea, dan Swiss National Bank juga berpartisipasi. SIX mengoordinasikan transaksi, sementara penyedia infrastruktur blockchain Kaleido mengoperasikan platform pengujian.
Sekitar 250 karyawan dari tim pembayaran, kepatuhan, risiko, hukum, dan teknologi berpartisipasi dalam latihan ini.
Hasil menunjukkan bahwa tokenisasi dan penyelesaian atomik dapat mempercepat pembayaran lintas batas, meningkatkan transparansi, dan beroperasi bersama sistem perbankan di berbagai yurisdiksi.

