Intervensi valas terbaru Jepang mencapai rekor bulanan tertinggi dengan $34 miliar

icon MarsBit
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Kementerian Keuangan Jepang melakukan intervensi di pasar valas pada 3 Agustus, menghabiskan dana diperkirakan ¥5,33 triliun ($34 miliar) untuk mendukung yen, level bulanan tertinggi dalam sejarah. Ini menyusul intervensi senilai ¥8,45 triliun lebih awal pekan ini, yang kemungkinan merupakan intervensi harian terbesar. Departemen Keuangan AS dilaporkan turut bergabung dalam upaya ini, menandakan koordinasi yang lebih erat terkait CFT. Dolar yang mencapai ¥164 membuat Jepang bertujuan untuk menahan spekulasi terhadap aset berisiko tinggi. BoJ berpotensi bertindak pada September, sementara laporan valas triwulanan segera dirilis.

Berita Kabushiki Kaisha Mars menyatakan, pada 3 Agustus, Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, mengonfirmasi bahwa pemerintah Jepang telah terlibat dalam pasar valuta asing pada Jumat lalu. Analisis pasar menunjukkan bahwa otoritas Jepang kemungkinan menggunakan sekitar 5,33 triliun yen Jepang (sekitar $34 miliar) untuk membeli yen pada hari tersebut, sehingga skala intervensi pasar valas ini mencatat rekor tertinggi sepanjang bulan. Berdasarkan data akun Bank of Japan dan perkiraan lembaga pasar, Bloomberg memperkirakan jumlah intervensi Jepang pada Jumat lalu sekitar 5,33 triliun yen. Jika data ini dikonfirmasi, ditambah dengan tindakan sebelumnya, total skala intervensi Jepang dalam periode terakhir akan melebihi rekor sebelumnya sebesar 11,73 triliun yen. Sebelumnya, diperkirakan otoritas Jepang telah mengalokasikan sekitar 8,45 triliun yen pada Kamis lalu untuk mendukung yen, yang kemungkinan menjadi intervensi valas harian terbesar dalam sejarah Jepang. Tindakan ini terjadi setelah dolar AS terhadap yen mencapai level 164, level tertinggi sejak 1986. Jepang berusaha menghentikan posisi short spekulatif dan menstabilkan pergerakan nilai tukar dengan membeli yen. Departemen Keuangan AS juga turut berpartisipasi dalam upaya mendukung yen, yang dianggap sebagai kerja sama kebijakan moneter paling erat antara Jepang dan AS dalam 15 tahun terakhir. Menteri Keuangan AS, Bessent, menyatakan bahwa AS tidak menutup kemungkinan untuk kembali terlibat di pasar, dan Presiden Trump juga menyatakan dukungannya. Para pelaku pasar memperkirakan otoritas Jepang kemungkinan akan mengambil tindakan lebih lanjut. Trader juga memperhatikan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan pada September, serta laporan intervensi valuta asing triwulanan yang akan dirilis oleh Kementerian Keuangan Jepang pada Jumat minggu ini, yang akan mengungkapkan rincian harian intervensi selama periode April hingga Juni.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.