TL;DR:
- Badan Jasa Keuangan Jepang sedang mempersiapkan reformasi Undang-Undang Instrumen Keuangan dan Perdagangan.
- Dana Pensiun Perusahaan Nasional Okayama mengalokasikan 1% dari portofolio 21,5 miliar yen-nya untuk investasi mata uang kripto.
- SBI Holdings mengajukan proposal yang mencakup dana eksposur ganda untuk bitcoin dan XRP.
Badan Jasa Keuangan Jepang (FSA) sedang mempersiapkan restrukturisasi aturan investasinya untuk mengizinkan Bitcoin ETF pertama di Jepang pada tahun 2028. Perubahan regulasi ini akan memindahkan pengawasan terhadap aset kripto spot dari Undang-Undang Jasa Pembayaran ke Undang-Undang Instrumen Keuangan dan Perdagangan.
Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan kepada U.Today bahwa pemerintah Jepang tetap pada jalurnya untuk melegalkan ETF mata uang kripto. Perubahan regulasi ini merespons kinerja produk setara di pasar internasional markets.
Data resmi menunjukkan bahwa kerangka hukum akan menyamakan aset kripto dengan sekuritas tradisional seperti saham dan obligasi. Laporan industri memproyeksikan bahwa pasar ini dapat menarik hingga 3 triliun yen dalam arus modal hingga tahun fiskal 2028.
Minat institusional lokal tercermin dalam keputusan alokasi modal yang telah dilaksanakan. Dana Pensiun Perusahaan Nasional Okayama, yang mengelola 21,5 miliar yen untuk sekitar 1.200 usaha kecil dan menengah, mengalokasikan 1% awal dari portofolionya ke dana yang terkait aset kripto.
Aiyu Kiguchi, Kepala Investasi dana pensiun, menyatakan bahwa korelasi rendah antara cryptocurrency dan dolar AS membenarkan langkah tersebut sebagai strategi diversifikasi.

Penyesuaian Regulasi dan Minat Sektor Korporat
Lembaga keuangan utama di negara Asia sedang mempersiapkan struktur komersial mereka untuk bersaing di sektor ini. Pada Mei, grup SBI Holdings memperkenalkan proyek-proyek yang menampilkan ETF aset ganda dengan paparan gabungan terhadap Bitcoin dan XRP.
Menurut proyeksi yang diterbitkan oleh SBI Holdings, perusahaan bertujuan untuk mencapai 5 triliun yen dalam aset yang dikelola dalam tiga tahun pertama setelah peluncuran. Laporan industri menunjukkan bahwa manajer dana tambahan sedang mempelajari struktur kendaraan investasi serupa sebelum regulasi final.
Tahap berikutnya dalam proses regulasi akan bergantung pada persetujuan akhir peraturan dana investasi oleh FSA. Otoritas keuangan berharap dapat menyelesaikan transisi hukum selama periode legislatif mendatang menjelang tanggal target 2028.


