Israel Memperluas Aksi Militer di Lebanon, Penduduk Beirut Selatan Dievakuasi

icon MarsBit
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Pada 1 Juni, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap Dahiyeh, sebuah subkota di Beirut selatan dan basis utama Hezbollah, memperluas tindakan militer di Lebanon. Ribuan orang dievakuasi, menyebabkan kemacetan lalu lintas. Langkah ini berisiko merusak gencatan senjata yang rapuh. Analisis on-chain menunjukkan bahwa peningkatan ketegangan geopolitik sering berkorelasi dengan volatilitas pasar. Sejak gencatan senjata AS-Iran pada April, Israel menghindari Beirut pusat tetapi menargetkan Lebanon selatan dan timur. Hezbollah terus melakukan serangan terhadap pasukan Israel. Data on-chain mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan karena trader memantau perkembangan regional. Gencatan senjata November 2024 belum menghentikan bentrokan lokal.

Berita Huoxing Finance, pada 1 Juni, menurut laporan The New York Times, Perdana Menteri Israel Netanyahu telah memerintahkan militer Israel untuk menyerang distrik Dahieh di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, sebagai bagian dari perluasan operasi militer melawan Hezbollah Lebanon. Setelah pengumuman ini, ribuan warga setempat dievakuasi darurat, dan jalan utama di pinggiran selatan Beirut mengalami kemacetan parah. Pasar semakin khawatir bahwa perjanjian gencatan senjata yang sudah rapuh antara Israel dan Hezbollah berisiko runtuh. Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejak perjanjian gencatan senjata AS-Iran berlaku pada April tahun ini, Israel secara umum menghindari serangan langsung terhadap pusat kota Beirut, tetapi terus melakukan serangan udara terhadap wilayah selatan dan timur Lebanon. Sementara itu, pasukan Hezbollah juga terus melakukan serangan terhadap pasukan Israel yang ditempatkan di Lebanon dan target di utara Israel. Distrik Dahieh dianggap sebagai basis penting Hezbollah di Beirut. Sejak konflik Israel-Palestina meningkat pada 2023, penduduk di wilayah ini telah beberapa kali dipaksa mengungsi akibat pertempuran. Meskipun Lebanon telah mengumumkan gencatan senjata pada November 2024, konflik lokal dan operasi militer tidak sepenuhnya berhenti. Analis berpendapat bahwa dimulainya kembali serangan militer Israel terhadap pinggiran selatan Beirut menandai eskalasi lebih lanjut dalam situasi Lebanon-Israel, yang berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.