Berita Huoxing Finance melaporkan bahwa pada 12 Mei, analis industri teknologi Tim Bajarin menulis artikel yang mereview strategi Intel dalam merespons berbagai krisis ekonomi, menyatakan bahwa konsistensi perusahaan dalam memperluas investasi R&D selama masa resesi merupakan alasan utama kembalinya pertumbuhan perusahaan. Artikel tersebut menyebut bahwa selama krisis keuangan global 2008, CEO Intel saat itu, Paul Otellini, tidak mengurangi anggaran R&D akibat resesi, melainkan memilih untuk "memperbesar taruhan" pada pengembangan produk generasi berikutnya. Ia percaya bahwa seberapa parah pun krisisnya, ekonomi pasti akan pulih, dan Intel harus bersiap lebih awal dengan produk yang sesuai untuk siklus pertumbuhan berikutnya. Selanjutnya, pada periode 2010 hingga 2012, seiring ledakan industri smartphone, media sosial, dan game, permintaan pasar terhadap chip berperforma tinggi meningkat pesat, memungkinkan Intel untuk memanfaatkan siklus ekspansi teknologi ini. Artikel juga menunjukkan bahwa meskipun saat ini dunia menghadapi tekanan seperti kenaikan harga energi, ketegangan geopolitik, dan peningkatan biaya hidup, sejak peluncuran ChatGPT pada 2023 yang memicu gelombang minat terhadap AI, kecerdasan buatan telah menjadi mesin pendorong utama investasi teknologi baru. Penulis berpendapat bahwa pengalaman historis menunjukkan bahwa perusahaan yang benar-benar mampu melewati siklus ekonomi bukanlah perusahaan yang paling banyak memangkas biaya selama resesi, melainkan perusahaan yang terus berinvestasi pada masa ketidakpastian.
Strategi Mantan CEO Intel Dikaji Ulang: Tingkatkan R&D selama Resesi
MarsBitBagikan






Analisis tanggal 12 Mei oleh Tim Bajarin, yang dikutip oleh MarsBit, meninjau kembali strategi Intel tahun 2008 di bawah CEO Paul Otellini, yang meningkatkan R&D selama krisis keuangan. Pendekatan ini membantu Intel memanfaatkan gelombang teknologi tahun 2010–2012. Artikel ini menarik paralel strategi investasi kripto terhadap ledakan AI saat ini, menyarankan bahwa mempertahankan R&D selama masa resesi dapat meningkatkan rasio risiko-terhadap-imbal hasil di siklus mendatang.
Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.