Indonesia telah beralih untuk memblokir akses ke platform pasar prediksi Polymarket setelah taruhan viral yang memperkirakan berakhirnya masa jabatan Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian luas secara daring—contoh terbaru dari pengetatan global yang semakin meningkat terhadap platform yang mengaburkan batas antara peramalan pasar dan perjudian uang sungguhan. Dalam pengumuman resmi, Kementerian Komunikasi dan Urusan Digital menyatakan bahwa larangan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat, terutama pengguna internet yang lebih muda. Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, menegaskan kembali sikap pemerintah bahwa layanan yang memungkinkan taruhan uang atas hasil peristiwa sama dengan perjudian—terlepas dari apakah mereka menggunakan blockchain atau aset kripto. Otoritas memperingatkan bahwa mereka juga akan memblokir layanan lain yang diduga “mendukung perjudian daring” dan sedang memantau akun media sosial yang mempromosikan Polymarket untuk memastikan larangan ini ditegakkan di seluruh platform. Kementerian mendesak warga Indonesia untuk menghindari partisipasi dalam spekulasi berbasis taruhan digital, termasuk taruhan berbasis kripto, dengan menyebut potensi pelanggaran hukum dan risiko finansial. Tindakan ini bergabung dengan gelombang aksi internasional melawan pasar prediksi, di mana regulator menyatakan bahwa taruhan spekulatif dapat menghindari aturan keuangan dan perlindungan investor yang ada. Selama dua tahun terakhir, sejumlah yurisdiksi telah membatasi atau memblokir Polymarket: Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan India telah memberlakukan pembatasan, sementara Singapura, Kolombia, dan India termasuk di antara negara-negara yang secara resmi memblokir akses. Pada Maret, pengadilan Argentina memerintahkan pemblokiran nasional setelah Polymarket menjalankan pasar yang memprediksi data inflasi, mengarahkan ISP dan toko aplikasi untuk memutus akses. Pada bulan yang sama, bank sentral Brasil melarang pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi, dengan menyebut ketidakpatuhan terhadap aturan derivatif dan kekhawatiran tentang integritas pasar serta perlindungan investor. Pengawasan regulator juga semakin meningkat di Amerika Serikat. Wakil Rakyat James Comer membuka penyelidikan resmi terhadap Polymarket dan Kalshi menyusul laporan tentang perdagangan mencurigakan yang terkait dengan operasi militer AS yang dirahasiakan dan peristiwa geopolitik besar. Comer meminta perusahaan-perusahaan tersebut memberikan rincian tentang deteksi perdagangan dalam negeri, verifikasi identitas, dan bagaimana mereka mencegah pengguna dari yurisdiksi yang dibatasi. Sementara itu, kedua platform baru-baru ini gagal dalam upaya menghentikan tindakan penegakan hukum terkait perjudian di Nevada dan Washington. Tindakan Indonesia menegaskan lingkungan regulasi yang semakin bermusuhan terhadap pasar prediksi di seluruh dunia. Bagi sektor kripto, tren ini menimbulkan pertanyaan jelas mengenai kepatuhan dan model bisnis: dapatkah platform-platform ini merancang ulang untuk memenuhi aturan derivatif, perjudian, dan KYC—ataukah mereka akan dipaksa masuk ke dalam kasus penggunaan yang lebih sempit dan lebih terregulasi? Regulator tampaknya siap untuk terus mendorong jawaban-jawaban tersebut, dan pertempuran hukum dan kebijakan berikutnya kemungkinan akan membentuk apakah pasar prediksi akan bertahan sebagai bentuk spekulasi baru yang didukung kripto—atau akan dikendalikan sebagai perjudian ilegal.
Indonesia Memblokir Polymarket karena Taruhan Viral tentang Presiden Prabowo
ChainGPTBagikan






Indonesia telah memblokir Polymarket, platform pasar prediksi, karena taruhan viral mengenai berakhirnya masa jabatan Presiden Prabowo Subianto lebih awal. Kementerian Komunikasi dan Urusan Digital menyebut risiko terhadap ketertiban umum, paparan terhadap pemuda, dan kaitan dengan aset berisiko tinggi. Kekhawatiran global CFT (Mengatasi Pendanaan Terorisme) juga memengaruhi tindakan regulasi. Negara-negara lain termasuk Taiwan, Thailand, dan Tiongkok telah mengambil langkah serupa. Di AS, Anggota Kongres James Comer sedang menyelidiki Polymarket dan Kalshi, sementara tantangan hukum terus berlanjut di Nevada dan Washington.
Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.