India Angkat Larangan Perdagangan Unit JPMorgan Setelah Setoran $350K

iconCryptoBriefing
Bagikan
AI summary iconRingkasan
SEBI India mencabut larangan perdagangan terhadap unit Copthall Mauritius JPMorgan pada 9 September setelah setoran sebesar $350.000. Perusahaan dan Mansi Share Broking membayar total $387.000 untuk menanggapi tuduhan manipulasi aktivitas perdagangan selama lelang penutupan BSE. Keduanya dituduh menempatkan dan membatalkan pesanan besar untuk memengaruhi harga saham. Copthall tetap dikecualikan dari lelang penutupan sambil penyelidikan berlanjut. Data volume perdagangan menunjukkan pola yang tidak biasa selama kejadian yang diduga terjadi.

Regulator sekuritas India memberikan lampu hijau kepada anak perusahaan JPMorgan Chase untuk melanjutkan perdagangan setelah perusahaan membayar untuk menyelesaikan tuduhan manipulasi pasar. Namun: perusahaan masih tidak boleh menggunakan mekanisme perdagangan spesifik yang diduga dimanfaatkannya.

Komisi Sekuritas dan Bursa India mencabut larangan terhadap Copthall Mauritius Investment Ltd. pada 9 September setelah perusahaan tersebut menyetor 29,6 juta rupee, sekitar $350.000, untuk menutupi keuntungan tidak sah yang diperkirakan oleh SEBI. Broker India Mansi Share and Stock Broking, yang juga terlibat, menyumbang sekitar 7,2 juta rupee. Secara gabungan, kedua perusahaan tersebut menyetor sekitar 36,8 juta rupee (sekitar $387.000) untuk memenuhi perintah sementara regulator.

Apa yang diklaim terjadi

Masalah ini berawal pada 13 Agustus, ketika SEBI mengatakan kedua perusahaan melakukan dan kemudian membatalkan pesanan berukuran besar selama sesi lelang penutupan Bombay Stock Exchange. Mekanisme ini, yang baru diluncurkan sepuluh hari sebelumnya pada 3 Agustus, dirancang untuk meningkatkan penentuan harga untuk komponen BSE Sensex.

Iklan

Copthall dilaporkan menempatkan pesanan beli untuk 3,17 juta saham dan membatalkan sekitar sepertiganya. Mansi bahkan lebih jauh di sisi jual, menempatkan pesanan untuk 1,28 juta saham dan membatalkan hampir semuanya. Strategi tersebut, menurut SEBI, bertujuan untuk memengaruhi harga penutupan saham Sensex dengan cara yang menguntungkan posisi opsi yang sudah dimiliki perusahaan.

SEBI bertindak cepat. Regulator tersebut mengeluarkan larangan sementara pada 19 Agustus, hanya enam hari setelah dugaan manipulasi.

Teks kecil pada pencabutan larangan

Meskipun Copthall dan Mansi kini bebas diperdagangkan di pasar umum, keringanan ini disertai catatan penting. Copthall tetap dilarang berpartisipasi dalam sesi lelang penutupan BSE selama penyelidikan SEBI berlangsung. Regulator telah menandakan bahwa perintah konfirmasi akan diikuti setelah sidang resmi.

Mengapa lelang penutupan BSE penting

BSE meluncurkan lelang penutupan pada 3 Agustus sebagai upaya modernisasi, bertujuan untuk membawa lebih banyak transparansi dalam penetapan harga penutupan. Harga penutupan berfungsi sebagai titik acuan untuk perhitungan indeks, NAV reksa dana, dan penyelesaian derivatif.

Sidang mendatang akan menentukan apakah temuan sementara tetap berlaku dan hukuman tambahan apa saja, jika ada, yang mungkin dihadapi Copthall dan Mansi. Sampai saat itu, kedua perusahaan beroperasi di bawah pengawasan regulasi, bebas berdagang tetapi sangat dalam perhatian.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.