HYPE Token Naik 38% saat Induk NYSE, ICE, Menjajaki Kemitraan dengan Hyperliquid

iconCoinJournal
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Hyperliquid (HYPE) melonjak 38,3% dalam 14 hari seiring Intercontinental Exchange (ICE), induk dari NYSE, mengeksplorasi kemungkinan kemitraan. CEO ICE, Jeff Sprecher, menyebut Hyperliquid “lebih besar daripada Nasdaq.” Volume perdagangan platform kini melebihi $1 miliar per hari, dengan total nilai yang terkunci sebesar $5,524 miliar. Pembacaan indeks ketakutan dan keserakahan menunjukkan meningkatnya sentimen bullish di kalangan trader.
  • HYPE naik 38% dalam dua minggu karena ICE mengonfirmasi pembicaraan dengan Hyperliquid.
  • Volume perdagangan harian Hyperliquid telah melampaui $1 miliar.
  • CEO ICE, Jeff Sprecher, mengatakan Hyperliquid “lebih besar daripada Nasdaq.”

Harga Hyperliquid (HYPE) terus melanjutkan reli kuatnya setelah komentar terbaru dari Jeff Sprecher mengonfirmasi bahwa Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk New York Stock Exchange (NYSE), sedang melakukan pembahasan dengan platform perdagangan terdesentralisasi Hyperliquid.

HYPE naik ke $62,62 pada hari Jumat, menandai kenaikan 9,2% dalam 24 jam terakhir.

Token tersebut sempat diperdagangkan hingga $63,25 selama sesi dan tetap dekat dengan tertinggi sepanjang masa sebesar $64,44 yang dicapai awal pekan ini pada 26 Mei.

Secara signifikan, langkah terbaru ini memperpanjang reli luas yang mendorong HYPE naik 38,3% dalam 14 hari terakhir dan 55,1% dalam sebulan terakhir.

Dalam setahun terakhir, token ini melonjak lebih dari 80%, menjadikannya salah satu aset kripto kapitalisasi besar dengan kinerja terbaik di sektor derivatif.

CEO ICE mengakui pertumbuhan cepat Hyperliquid

Pemulihan dipercepat setelah Sprecher membahas Hyperliquid selama 42nd Annual Bernstein Strategic Decisions Conference yang diadakan pada 27 Mei.

Pendiri, Ketua, dan CEO ICE mengakui pertumbuhan pesat platform tersebut dan mengatakan perusahaan secara aktif mempelajari pasar.

“Hyperliquid yang kami sebutkan ini—bagi yang belum pernah mendengarnya, sudah lebih besar daripada Nasdaq,” Sprecher mengatakan selama konferensi. “Kami sama sekali tidak takut dengannya. Bahkan, kami kini sedang berbicara dengan mereka dan berupaya memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai ruang ini.”

Komentar tersebut menandai salah satu tanda paling jelas bahwa operator bursa tradisional besar sedang memperhatikan platform derivatif terdesentralisasi.

ICE dan CME meningkatkan fokus pada derivatif terdesentralisasi

Hyperliquid telah menjadi salah satu platform perdagangan kripto dengan pertumbuhan tercepat dalam setahun terakhir, sebagian besar karena aktivitas kuat di pasar futures perpetu.

Platform ini telah menarik para pedagang yang mencari perdagangan leverage on-chain tanpa bergantung pada bursa terpusat.

Angka terbaru dari DefiLlama menunjukkan protokol kini memegang sekitar $5,524 miliar dalam total nilai yang terkunci, sementara volume perdagangan harian telah melewati $1 miliar.

Nilai valuasi penuh dari token aslinya juga naik hingga mendekati $60 miliar seiring meningkatnya minat investor terhadap infrastruktur perdagangan terdesentralisasi.

Pada saat yang sama, ICE dan CME Group dilaporkan telah meningkatkan diskusi dengan regulator mengenai pengawasan platform derivatif terdesentralisasi, termasuk Hyperliquid.

Kekhawatiran berfokus pada kontrak perpetual yang terkait komoditas, aktivitas perdagangan anonim, dan kemungkinan bahwa pasar terdesentralisasi luar negeri dapat memengaruhi sistem penetapan harga patokan tradisional.

Salah satu area yang menerima perhatian adalah produk perpetual yang terkait minyak dari Hyperliquid.

Operator bursa tradisional dilaporkan khawatir bahwa meningkatnya likuiditas dalam kontrak komoditas terdesentralisasi pada akhirnya dapat memengaruhi mekanisme penentuan harga yang secara historis tetap berada di bursa futures yang tidak terregulasi.

Meskipun ada kekhawatiran tersebut, komentar terbaru ICE menunjukkan bahwa perusahaan tidak memperlakukan Hyperliquid semata-mata sebagai pesaing.

Sebaliknya, operator ICE tampaknya sedang mengevaluasi bagaimana infrastruktur perdagangan terdesentralisasi dapat cocok dengan pasar keuangan yang lebih luas seiring terus berkembangnya aset tertokenisasi dan sistem penyelesaian berbasis blockchain.

Awal pekan ini, CME Group juga mengumumkan rencana untuk meluncurkan produk futures yang terkait dengan harga komputasi GPU bekerja sama dengan Silicon Data.

CEO CME Terry Duffy menggambarkan daya komputasi sebagai "minyak abad ke-21 yang baru," menekankan bagaimana bursa tradisional semakin melihat ke luar komoditas konvensional.

Pos HYPE token price surges as NYSE parent ICE explores Hyperliquid partnership muncul pertama kali di CoinJournal.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.