Wawasan Utama:
- Harvard mengurangi kepemilikan bitcoin lebih dari 20%, memegang staking besar dalam BTC.
- Harvard memasuki ETF Ethereum dengan investasi sebesar $86,8 juta, menandakan pergeseran portofolio.
- Volatilitas bitcoin dan studi akademis menimbulkan keraguan tentang kelangsungan jangka panjang.
Harvard Management Company mengurangi eksposurnya terhadap ETF Bitcoin pada Q4 2025. Perusahaan memangkas kepemilikannya lebih dari 20%. Perusahaan secara aktif menyesuaikan portofolio mata uang kriptonya. Perusahaan mengubah strateginya untuk mengelola risiko dan rebalance investasi.
Pada saat yang sama, Harvard Management Company mengubah strategi aset digitalnya. Perusahaan tersebut melakukan investasi pertama kalinya dalam Ether ETF. Perusahaan secara aktif mendiversifikasi di luar Bitcoin. Perusahaan menempatkan dirinya untuk menangkap pertumbuhan eksposur terhadap Ethereum.
Harvard Mengurangi Pemegangan Bitcoin Amid Volatilitas Pasar dan Strategi Risiko
Per 31 Desember 2025, HMC memegang 5,35 juta saham BlackRock’s iShares Bitcoin Trust (IBIT). Nilainya sekitar $265,8 juta. Ini mewakili penurunan 1,48 juta saham dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada saat itu, HMC memiliki 6,81 juta saham bernilai $442,8 juta.
Meskipun ada pengurangan, Harvard Management Company tetap memegang bitcoin sebagai aset publik terbesar yang diungkapkan. Nilainya melebihi investasi di Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Perusahaan ini tetap mempertahankan bitcoin sebagai posisi dominan. Portofolionya menunjukkan keunggulan kripto dibanding saham teknologi besar.

Langkah ini diambil di masa yang panas untuk bitcoin. Pada Oktober 2025, bitcoin menyentuh puncak $126.000, tetapi pada akhir tahun, harganya turun menjadi $88.429, dan minggu ini sedang diperdagangkan sekitar $68.000.
Keputusan Harvard untuk mengurangi eksposur bitcoin tampak bijaksana. Perusahaan bertindak hati-hati di tengah volatilitas yang berkelanjutan. Ini merespons penyesuaian harga yang tajam di pasar. Langkah ini mencerminkan pendekatan manajemen risiko yang hati-hati.
Investasi Pertama dalam Ether ETF: Perubahan Strategi
Sebagai kontras terhadap pendekatannya terhadap bitcoin, HMC telah meluncurkan posisi baru di iShares Ethereum Trust (IETHA). Mereka telah berinvestasi sebesar $86,8 juta dalam 3,87 juta saham. Ini adalah dana pertama yang diperdagangkan secara publik oleh Harvard dalam ETF Ethereum, yang telah mendiversifikasi portofolio aset digitalnya.
Ethereum adalah mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar. Secara konsisten berada di belakang bitcoin dalam hal adopsi. Kinerjanya juga tertinggal dibandingkan bitcoin. Pasar masih memandang bitcoin sebagai aset digital dominan. Aset ini mengalami penurunan 28% pada Q4 2025.
Investasi Harvard Management Company di ethereum menandai pergeseran strategis. Hal ini membuka endowment terhadap kelas aset digital baru. Langkah ini dapat memperkuat diversifikasi dalam portofolionya.
Ini juga menandakan kepercayaan yang lebih luas terhadap potensi jangka panjang ethereum. Sementara itu, harga ethereum saat ini berada di sekitar $1.970.
Para Ahli Mempertanyakan Strategi Crypto Harvard di Tengah Kekhawatiran Volatilitas
Namun, investasi Harvard dalam kripto telah menimbulkan beberapa keraguan dari pengamat akademis. Andrew F. Siegel, profesor emeritus keuangan di University of Washington, mengkritik kepemilikan Harvard atas Bitcoin sebagai “berisiko.”
Dia mengatakan bahwa kurangnya nilai intrinsik bitcoin membuatnya menjadi mata uang kripto paling volatil. Bitcoin sudah turun 22,8% sejak awal tahun.
Profesor keuangan UCLA, Avanidhar Subrahmanyam, juga menyampaikan beberapa keraguan, terutama mengenai keterlibatan Ether dalam portofolio. Ia menyatakan bahwa cryptocurrency belum terbukti dan tidak memiliki teknik penilaian yang pasti.
Kritik Subrahmanyam mencerminkan keberatan berkelanjutannya terhadap strategi bitcoin Harvard. Ia percaya pendekatan tersebut gagal memberikan kinerja yang diharapkan.
Sikapnya menyoroti skeptisisme terhadap investasi kripto universitas. Ini menegaskan keraguan mengenai peran bitcoin dalam portofolio.
Analisis akademis ini menunjukkan bahwa pertanyaan mengenai keberlanjutan cryptocurrency dalam portofolio institusional tetap kontroversial.
Kinerja Pasar Bitcoin dan Ethereum
Kinerja pasar mata uang kripto secara luas memiliki dampak signifikan terhadap strategi Harvard. Volatilitas bitcoin dan ethereum memengaruhi nilai endowment dari eksposur terhadap aset-aset ini.
Meskipun harga baru-baru ini turun, beberapa investor terus berharap bahwa bitcoin akan menjadi penyimpan nilai yang baik dalam jangka panjang.
Meskipun demikian, penurunan 50% harga bitcoin sejak Oktober 2025 telah menantang kekuatan portofolio berbasis kripto seperti milik Harvard.
Penambahan Ethereum ke dalam portofolio memberikan keunggulan diversifikasi. Namun, ini tidak meyakinkan semua analis seperti Subrahmanyam karena tidak ada model valuasi yang kuat untuk aset digital.
Meskipun Ethereum dapat menghilangkan beberapa area berisiko di pasar kripto, harga dan valuasi tetap tidak jelas. Ini tetap menjadi tantangan bagi investor institusional.
Pos Harvard Mengurangi Posisi ETF Bitcoin, Melakukan Taruhan Pertama pada ETF Ether muncul pertama kali di The Market Periodical.


