Grayscale Mengidentifikasi Pemenang Blockchain Teratas dari Undang-Undang CLARITY

iconCryptofrontnews
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Grayscale telah menyoroti Ethereum, Solana, BNB Chain, dan Canton Network sebagai pemenang blockchain teratas dari Undang-Undang CLARITY. Laporan tersebut, yang dirilis pada 21 dan 22 Mei, menunjukkan jaringan-jaringan ini sebagai pemimpin dalam tokenisasi, penggunaan stablecoin, dan aktivitas DeFi. Canton Network menonjol karena settlement institusional dan kemitraan keuangan besar. Pembaruan ini membawa berita altcoin teratas dan berita blockchain terbaru.
  • Grayscale mengatakan ethereum, Solana, BNB Chain, dan Canton Network dapat memperoleh manfaat terbesar dari Undang-Undang CLARITY.
  • Perusahaan menghubungkan kejelasan regulasi dengan meningkatnya adopsi institusional di pasar tokenisasi, stablecoin, dan DeFi.
  • Canton Network menonjol karena aktivitas penyelesaian institusional, termasuk pilot DTCC dan infrastruktur aset tertokenisasi.

Grayscale menidentifikasi Ethereum, Solana, BNB, dan Canton Network sebagai blockchain yang paling siap untuk kejelasan regulasi di bawah Undang-Undang CLARITY. Catatan penelitian ini, yang diterbitkan sekitar 21 dan 22 Mei, menyusul suara bipartisan 15-9 dari Komite Perbankan Senat pada 14 Mei yang mendukung Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital. Menurut Grayscale, undang-undang ini dapat mempercepat adopsi institusional melalui tokenisasi, stablecoin, dan infrastruktur keuangan terdesentralisasi.

Ethereum, Solana, dan BNB Chain Memimpin Metrik

Grayscale mengatakan Ethereum tetap menjadi blockchain terkemuka untuk aset tertokenisasi dengan fungsi penuh di blockchain. Manajer aset ini juga menempatkan Solana dan BNB Chain di peringkat tinggi untuk aktivitas stablecoin dan keterlibatan DeFi.

Menurut laporan tersebut, ketiga jaringan tersebut memimpin dalam pasokan stablecoin, aktivitas bursa terdesentralisasi, dan total nilai yang terkunci. Grayscale menghubungkan metrik-metrik tersebut dengan meningkatnya permintaan institusional terhadap sistem keuangan berbasis rantai.

Sementara itu, laporan tersebut menghubungkan jaringan-jaringan tersebut dengan tren tokenisasi yang lebih luas yang sudah berkembang di pasar kripto. Grayscale sebelumnya memperkirakan partisipasi institusional yang lebih kuat dalam laporan Desember 2025 berjudul “2026 Digital Asset Outlook: Dawn of the Institutional Era.”

Perusahaan tersebut mengatakan Undang-Undang CLARITY dapat menetapkan aturan pendaftaran yang lebih jelas dan klasifikasi aset digital. Kerangka kerja tersebut, menurut Grayscale, dapat memberikan standar operasional yang lebih jelas bagi perantara kripto dan jaringan blockchain.

Canton Network Menarik Perhatian Institusional

Canton Network muncul sebagai blockchain keempat dalam daftar Grayscale, menggantikan laporan sebelumnya yang salah menyebut Cardano. Penelitian asli Grayscale secara khusus mengidentifikasi Canton Network untuk penyelesaian institusional dan aplikasi keuangan berfokus pada privasi.

Banner EliteFXLabs

Secara signifikan, Canton Network menjadi rumah bagi proyek percontohan Treasury yang ditokenisasi oleh DTCC’s. Jaringan ini juga memiliki JPMorgan Chase, HSBC, dan Visa sebagai validator-nya.

Menurut angka terbaru Canton Network, blockchain menyelesaikan sekitar $350 miliar setiap hari. Jaringan ini juga melaporkan lebih dari $6 triliun dalam aset dunia nyata yang ditokenisasi.

Avalanche, Base, dan Tron Juga Masuk Daftar

Grayscale juga menyoroti pihak-pihak yang diuntungkan secara sekunder terkait aktivitas keuangan berbasis rantai. Jaringan-jaringan tersebut mencakup Avalanche, Base, Arbitrum, Hyperliquid, dan Tron.

Laporan tersebut menyatakan blockchain tersebut mempertahankan ekosistem DeFi yang mapan dan penggunaan stablecoin yang aktif. Namun, Grayscale menempatkan mereka di bawah Ethereum, Solana, BNB Chain, dan Canton Network dalam paparan aset tertokenisasi.

Undang-Undang CLARITY sekarang bergerak menuju pemungutan suara di Senat. RUU ini masih memerlukan rekonsiliasi Dewan Perwakilan Rakyat dan persetujuan presiden sebelum menjadi undang-undang.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.