Odaily Planet Daily melaporkan bahwa Jasjeet Sekhon, Chief Strategy Officer Google DeepMind, menyatakan bahwa salah satu logika investasi kunci di balik investasi modal tanpa precedent dalam industri AI saat ini adalah mempertaruhkan kemampuan sistem AI masa depan untuk melakukan "Recursive Self-Improvement" (RSI).
Sekhon baru-baru ini menyatakan di Agentic AI Summit yang diselenggarakan oleh University of California, Berkeley bahwa modal besar yang saat ini diinvestasikan dalam industri AI pada akhirnya perlu dibuktikan nilainya oleh kemampuan yang lebih tinggi—yaitu AI mampu meningkatkan dirinya sendiri secara otomatis dan menciptakan sistem generasi berikutnya yang lebih kuat.
Dia menunjukkan bahwa RSI telah menjadi komponen penting dalam logika investasi AI. Berbeda dengan model tradisional yang bergantung pada pengembangan dan iterasi pelatihan manual, perbaikan mandiri rekursif menggambarkan sistem AI yang mampu mengoptimalkan algoritma secara mandiri, memperbaiki arsitektur model, dan terus meningkatkan kemampuannya sendiri.
Sekhon percaya bahwa RSI sedang menggantikan AGI (Artificial General Intelligence) sebagai narasi inti baru di bidang AI saat ini. Dengan OpenAI, Google, Anthropic, dan raksasa komputasi awan terus menginvestasikan dana besar dalam membangun infrastruktur komputasi, pasar sedang mempertaruhkan bahwa AI di masa depan mungkin beralih dari tahap "penskalaan" menuju tahap "peningkatan mandiri".
Namun, apakah RSI dapat direalisasikan masih menjadi perdebatan besar. Saat ini, meskipun model AI telah memiliki kemampuan menghasilkan kode, memanggil alat, dan mengoptimalkan secara otomatis, ia masih menghadapi tantangan teknis, keamanan, dan kendali dalam mencapai peningkatan rekursif otonom yang sebenarnya. (The Information)
