BlockBeats melaporkan, pada 4 Juni, Ketua dan CEO Goldman Sachs, David Solomon, dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa meskipun kecerdasan buatan sedang dengan cepat meresap ke dalam perbankan, ia tidak percaya AI akan menyebabkan pengangguran massal di kalangan pekerja kantor di Wall Street.
Solomon menunjukkan bahwa karyawan di semua tingkatan di Goldman Sachs, mulai dari staf back-office, analis pemula, hingga bankir investasi senior, secara aktif menggunakan teknologi AI. Ia percaya bahwa kecerdasan buatan akan meningkatkan produktivitas dan mengubah cara kerja, tetapi tidak akan menyebabkan penghilangan pekerjaan dalam skala besar.
Selain itu, Solomon juga membahas lingkungan pasar modal saat ini, serta peran Goldman Sachs dalam IPO SpaceX dan pembiayaan ekuitas historis Alphabet. Ia juga membagikan pengalaman awal karier nya dalam bisnis junk bond, dan menyatakan bahwa kecerdasan buatan sedang mengubah industri produksi musik.
Seiring dengan percepatan penerapan AI oleh bank-bank besar global, dampak kecerdasan buatan terhadap lapangan kerja dan efisiensi produksi di industri keuangan menjadi perhatian utama pasar.
