Aset risiko global naik karena kepercayaan terhadap kebijakan dan perluasan infrastruktur AI

icon MarsBit
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Aset berisiko tinggi mendapat momentum seiring pemerintah mendorong kebijakan regulasi terkoordinasi di bidang energi, nilai tukar, dan rantai pasok. Kepercayaan pasar terhadap eksekusi kebijakan sedang menggeser arus modal. Pengeluaran untuk infrastruktur AI tetap menjadi pendorong utama, dengan Anthropic dan Volta Infra menandatangani kesepakatan komputasi senilai $100 miliar. The Fed mengisyaratkan sikap yang lebih ketat, menunjukkan bahwa suku bunga mungkin masih terlalu rendah. Pembicaraan energi di Selat Hormuz bergerak menuju tata kelola daripada konflik. Investor kini fokus pada arus kas dan profitabilitas, bukan hanya pertumbuhan valuasi.

Berita Huoxing Finance, 5 Agustus, pasar global terus menunjukkan kinerja kuat pada aset berisiko, tetapi yang mendorong aliran dana sekarang bukan lagi laporan keuangan perusahaan atau topik AI semata, melainkan intervensi simultan pemerintah berbagai negara terhadap energi, nilai tukar, rantai pasokan, dan kebijakan moneter, yang menyebabkan penilaian ulang terhadap kredibilitas institusional dan kemampuan eksekusi kebijakan. Pengeluaran modal untuk AI tetap menjadi mesin pertumbuhan terpenting pasar. Anthropic menandatangani perjanjian layanan komputasi senilai hingga 10 miliar dolar AS dengan Volta Infra, ditambah dengan peluncuran V10 V-NAND generasi baru oleh Samsung yang secara signifikan meningkatkan kepadatan penyimpanan, membuktikan kembali bahwa infrastruktur AI masih berada dalam fase ekspansi cepat. Dana pasar terus bersedia membayar premi untuk daya komputasi, penyimpanan, dan rantai pasokan semikonduktor, yang menunjukkan bahwa perusahaan masih bersedia menanggung biaya modal yang lebih tinggi demi memperoleh keunggulan kompetitif di masa depan. Namun, pejabat Federal Reserve secara bersamaan mengeluarkan sinyal yang lebih hawkish, menyatakan bahwa tingkat suku bunga saat ini masih belum cukup untuk menekan inflasi secara efektif, menciptakan situasi di mana investasi AI dan lingkungan suku bunga tinggi berdampingan. Di masa depan, pasar akan lebih fokus pada apakah perusahaan memiliki arus kas dan profitabilitas yang cukup untuk mendukung pengeluaran modal besar, bukan hanya mengandalkan ekspansi valuasi untuk mendorong kenaikan harga saham. Perubahan lain yang patut diperhatikan berasal dari pasar energi. Negosiasi di Selat Hormuz mengalami kemajuan substansial, dengan bentuk kesepakatan AS-Iran mulai muncul, bahkan mulai membahas partisipasi Eropa dalam pembersihan ranjau dan pembentukan mekanisme pemeliharaan bersama, menunjukkan bahwa pihak-pihak terkait telah berpindah dari konfrontasi militer ke tahap negosiasi mengenai ketertiban pelayaran dan tata kelola energi. Jika selat tersebut kembali beroperasi normal, bahkan dengan peningkatan biaya pemeliharaan, hal itu jauh lebih rendah daripada risiko pasokan akibat perang, sehingga premi risiko pasar energi berpotensi terus menurun. Sementara itu, pemerintah AS mempertimbangkan perpanjangan pengecualian terhadap Undang-Undang Jones, yang lebih lanjut memanfaatkan alat administratif untuk menekan biaya energi domestik, mencerminkan bahwa harga energi bukan lagi semata-mata masalah ekonomi, tetapi secara langsung memengaruhi tingkat dukungan politik dan stabilitas kebijakan. Selain itu, Bank of Japan belum terlibat dalam intervensi pasar valuta asing, tetapi Menteri Keuangan AS Beccent secara terbuka menyatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung yen, yang berarti nilai tukar secara bertahap menjadi bagian dari alat kebijakan, bukan lagi sepenuhnya ditentukan oleh pasar. Di sisi lain, AS terus meneliti perluasan cakupan tarif logam, menunjukkan bahwa kebijakan perlindungan rantai pasokan akan tetap berlanjut, sehingga biaya manufaktur global dan tekanan inflasi dalam jangka pendek masih sulit benar-benar mereda. Meskipun Michael Burry kembali memperingatkan kemungkinan terjadinya kejatuhan seperti tahun 1987, pandangannya lebih didasarkan pada risiko struktural yang timbul dari leverage pasar dan kompresi volatilitas, bukan karena fundamental telah memburuk. Perlu dicatat bahwa sementara saham AS mencatat rekor tertinggi, VIX juga naik secara bersamaan, menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya mengabaikan risiko potensial, melainkan mendorong kenaikan harga aset melalui hedging opsi dan perdagangan leverage secara bersamaan. Struktur ini berarti bahwa selama pengeluaran modal AI, profitabilitas perusahaan, dan kredibilitas kebijakan tetap terjaga, pasar masih memiliki dasar kenaikan; namun jika inflasi kembali meningkat, Federal Reserve memperketat kebijakan lebih lanjut, atau negosiasi Hormuz mengalami hambatan lagi, saham teknologi dengan valuasi tinggi dan strategi leverage tinggi akan menjadi sumber utama ekspansi volatilitas. Dalam jangka pendek, fokus pasar akan berpusat pada apakah kesepakatan Selat Hormuz akan secara resmi diwujudkan, pernyataan terbaru pejabat Federal Reserve mengenai lintasan suku bunga, serta apakah investasi infrastruktur AI terus mempercepat. Tiga garis utama ini akan secara bersama-sama menentukan keseimbangan baru antara biaya modal global, harga energi, dan valuasi teknologi, serta menjadi dasar utama penentuan harga aset berisiko di masa depan.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.