Kompetisi AI global berpindah dari persaingan Tiongkok-AS ke model sumber terbuka versus sumber tertutup

icon MarsBit
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Open interest dalam AI berpindah dari persaingan Tiongkok-AS ke model sumber terbuka versus sumber tertutup, menurut Fortune. DeepSeek V4 Flash ketinggalan 1 poin dari GPT-5.6 Luna tetapi memangkas biaya sebesar 60%, bahkan setelah penurunan harga 80% oleh OpenAI. Aturan ekspor AS telah mendorong inovasi sumber terbuka Tiongkok, menarik pengembang dengan bobot terbuka dan inferensi cloud berbiaya rendah. Altcoin yang perlu diawasi mungkin naik seiring meningkatnya popularitas AI sumber terbuka. Jensen Huang dari NVIDIA dan mantan pejabat Gedung Putih David Sacks mendukung pertumbuhan sumber terbuka di AS.

Berita Huoxing Finance melaporkan bahwa majalah Fortune baru-baru ini menerbitkan artikel komentar yang menyatakan bahwa seiring dengan bangkitnya cepat model AI sumber terbuka Tiongkok, lanskap persaingan di bidang AI global sedang berubah, dan pertarungan sejati telah berpindah dari persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat menjadi pertarungan antara model sumber terbuka dan tertutup. Artikel tersebut mengutip data dari platform penilaian independen Artificial Analysis yang menyatakan bahwa indeks kecerdasan DeepSeek V4 Flash hanya 1 poin lebih rendah daripada GPT-5.6 Luna, dan meskipun OpenAI telah menurunkan harga sebesar 80%, biaya tugas tunggal model tersebut masih 60% lebih rendah. Penulis menunjukkan bahwa kebijakan larangan ekspor Amerika Serikat, meskipun bertujuan untuk membatasi perkembangan AI Tiongkok, secara objektif mendorong inovasi arsitektural oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok, memaksa mereka beralih ke jalur sumber terbuka dan berbiaya rendah. Model Tiongkok menarik partisipasi pengembang global melalui pembukaan bobot, sekaligus mentransfer biaya inferensi ke penyedia layanan cloud luar negeri, menciptakan strategi global berbiaya rendah. Mengenai pandangan bahwa model sumber terbuka "tidak dapat menghasilkan keuntungan", artikel tersebut berpendapat bahwa model bisnisnya mirip dengan perangkat lunak sumber terbuka: pengguna membayar untuk layanan hosting, dan sebagian besar perusahaan tidak cenderung melakukan deploy sendiri. Artikel tersebut juga menunjukkan bahwa baru-baru ini, sejumlah tokoh teknologi Amerika, termasuk mantan pejabat AI Gedung Putih David Sacks, mulai mendukung sumber terbuka, dan CEO NVIDIA Jensen Huang juga menyerukan industri untuk menerima sumber terbuka. Penulis menyerukan agar Tiongkok dan Amerika Serikat bekerja sama di bidang keamanan AI, memandang AI sumber terbuka sebagai "produk publik global", bukan terjebak dalam persaingan nol-untuk-satu yang menghabiskan triliunan dolar.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.