BitGo dan Galaxy Digital terus mempertahankan pertarungan hukum mereka atas kegagalan perjanjian akuisisi senilai $1,2 miliar yang sebelumnya diharapkan menjadi merger terbesar dalam industri kripto.
Selama sidang minggu ini di Pengadilan Chancery Delaware, BitGo berargumen bahwa Galaxy mundur dari transaksi tersebut pada tahun 2022 dan kini menuntut setidaknya $100 juta dalam ganti rugi, menurut Bloomberg.
Pertarungan Hukum yang Pahit
Perusahaan kustodi kripto menyatakan bahwa Galaxy gagal melakukan upaya yang wajar untuk menyelesaikan merger dan juga menyembunyikan informasi tentang penyelidikan oleh otoritas AS yang mungkin memengaruhi kemampuan mereka untuk memperoleh persetujuan regulator untuk kesepakatan tersebut. Pendiri dan CEO Galaxy, Michael Novogratz, membantah tuduhan tersebut di pengadilan. Ia berargumen bahwa penyelidikan tersebut tidak melibatkan Galaxy dan tidak berdampak pada proses persetujuan yang terkait dengan merger.
Akuisisi tersebut pertama kali diumumkan pada Mei 2021. Di bawah perjanjian yang diusulkan, co-founder dan CEO BitGo, Mike Belshe, diharapkan bergabung dengan Galaxy sebagai wakil CEO dan menduduki kursi di dewan perusahaan. Entitas gabungan juga berencana untuk mencatatkan sahamnya di Nasdaq, yang memerlukan persetujuan dari SEC AS.
Namun, kesepakatan itu mulai menghadapi hambatan karena pasar kripto melemah pada 2022 dan regulator meningkatkan pengawasan terhadap sektor ini.
Berdasarkan kesaksian di pengadilan, kedua perusahaan akhirnya menjadi khawatir bahwa SEC, yang saat itu dipimpin oleh Gary Gensler, tidak akan menyetujui transaksi tersebut. Dalam upaya menghindari hambatan terkait SEC dan mendorong kesepakatan maju, Novogratz mengatakan Galaxy bahkan mengeksplorasi restrukturisasi merger melalui Kanada, tempat perusahaan tersebut sudah terdaftar secara publik.
Melewati Batas Waktu Audit
Galaxy menghentikan akuisisi tersebut pada Agustus 2022. Pada saat itu, perusahaan menyatakan bahwa BitGo gagal menyediakan laporan keuangan yang diaudit untuk tahun 2021 sebelum batas waktu 31 Juli yang ditetapkan dalam perjanjian merger. Perusahaan tersebut menyatakan pada saat itu bahwa keterlambatan batas waktu berarti tidak diwajibkan membayar biaya penghentian.
BitGo, di sisi lain, telah berulang kali membantah klaim tersebut dan mempertahankan bahwa dokumen-dokumen yang diperlukan telah diserahkan. Selama kesaksian awal pekan ini, Belshe mengatakan penjelasan publik Galaxy mengenai penghentian kesepakatan itu “sangat merusak” karena menciptakan kesan bahwa perusahaan tidak mampu menyelesaikan audit.
Postingan Galaxy Digital dan BitGo Bertikai di Pengadilan atas Gagalnya Akuisisi Kripto Senilai $1,2 Miliar pertama kali muncul di CryptoPotato.
