Tom Lee dari Fundstrat menyoroti tren pasar utama, memperingatkan adanya periode digesti menjelang pemilu tengah masa jabatan AS. Ia menguraikan siklus pasar tiga tahap, dengan koreksi seperti pasar bear diharapkan terjadi pada tahap kedua. Lee mencatat bahwa meskipun S&P 500 naik hampir 11% sepanjang tahun ini, faktor-faktor seperti kebijakan Fed dan pasokan IPO dapat memperlambat momentum. Laba yang kuat tetap menjadi pendorong utama dalam analisis pasar saat ini.
ME AI Pesan, Strategis Fundstrat Tom Lee mengatakan dalam wawancara dengan CNBC bahwa pasar saat ini berada dalam siklus yang mungkin terbagi menjadi tiga tahap, di mana tahap kedua dapat mengalami penyesuaian mirip pasar bearish.
Lee dikenal lama sebagai pihak yang bullish dan telah beberapa kali berhasil memprediksi tren bull market dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kali ini ia percaya bahwa pergerakan pasar dalam jangka pendek tidak akan berjalan mulus.
Hingga awal Juni, indeks S&P 500 telah naik hampir 11% sepanjang tahun ini, meskipun menghadapi tantangan seperti keraguan awal tahun terhadap prospek kecerdasan buatan, serta perang Iran yang mendorong kenaikan harga energi dan tekanan inflasi.
Lee menunjukkan bahwa kinerja laba perusahaan jauh lebih baik dari perkiraan, menjadi faktor utama pendorong kenaikan pasar. Sebelumnya, pasar secara umum memperkirakan laba per saham (EPS) kuartal pertama sekitar $70, tetapi data aktual mencapai sekitar $80.
Ia menyatakan bahwa jika tren ini berlanjut, laba per saham tahun ini akan bertambah sekitar $40, yang secara teoritis dapat mendorong indeks S&P 500 naik tambahan 800 hingga 1000 poin.
Menurut penilaian Lee, tahap pertama masih cenderung bullish. Saat ini, indeks S&P 500 pada 3 Juni 2026 berada sedikit di atas 7560 poin, dan ia percaya masih ada ruang naik jangka pendek, kemungkinan menuju sekitar 7700 poin.
Tahap kedua kemungkinan akan segera tiba dan menjadi periode "penyesuaian" pasar. Lee mengatakan dalam wawancara dengan CNBC: "Hingga Oktober, pasar perlu menyerap berbagai faktor." Ia menyebutkan tekanan-tekanan termasuk ketidakpastian kebijakan akibat ketua baru Federal Reserve, guncangan energi (terutama kekurangan produk minyak dan pelumas), serta pasokan saham tambahan dari IPO dan pembukaan lock-up oleh perusahaan-perusahaan seperti SpaceX, OpenAI, dan Anthropic. (Sumber: ODAILY)
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.