Saham Fujifilm Holdings anjlok dengan margin rekor pada hari Jumat, setelah laba kuartal pertama jauh di bawah perkiraan analis.
Saham turun hingga 18%, penurunan terbesar yang pernah dicatat perusahaan. Fujifilm kini mempertimbangkan pemisahan sebagian unit yang menghasilkan lebih dari sepertiga penjualannya.
Mengapa Laba Fujifilm Tidak Mencapai Target
Fujifilm melaporkan laba operasi sebesar 51,2 miliar yen ($323 juta) untuk kuartal yang berakhir pada Juni. Angka tersebut jauh di bawah perkiraan rata-rata analis sebesar 77,1 miliar yen, menurut Bloomberg.
Biaya bahan baku yang lebih tinggi dan biaya satu kali membebani hasil. Laba inti juga melemah di segmen kesehatan dan inovasi bisnis, tulis analis Jefferies Japan dalam sebuah catatan.

Analis Jefferies, termasuk Masahiro Nakanomyo, mengatakan kepada Bloomberg bahwa angka-angka tersebut menunjukkan jalan yang lebih panjang menuju profitabilitas.
Hasil kuartal pertama menunjukkan pelemahan lebih lanjut dalam profitabilitas bisnis pengembangan dan produksi Fujifilm, sehingga "sulit membayangkan pemulihan tajam" menjelang tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2028.
Spinoff Fujifilm Sedang Dipertimbangkan
Fujifilm mengonfirmasi sedang meninjau pemisahan sebagian dari Fujifilm Business Innovation, unit yang sebelumnya dikenal sebagai Fuji Xerox. Segmen ini menghasilkan sekitar 35% dari penjualan konsolidasi. Perusahaan mengumumkan langkah ini bersamaan dengan pengumuman laporan keuangan.
Dalam rencana tersebut, Fujifilm akan mempertahankan saham sedikit di bawah 20%. Perusahaan akan mendistribusikan sisanya kepada pemegang saham sebagai dividen natura, dan unit tersebut kemudian akan terdaftar di Bursa Efek Tokyo.
Fujifilm sedang mempelajari eksekusi dalam waktu dua hingga tiga tahun, tergantung pada persetujuan pemegang saham dan aturan pemisahan yang memenuhi syarat pajak Jepang. Jika pemisahan berlanjut, Fujifilm berencana untuk tetap menggunakan nama merek Fujifilm pada unit tersebut.
Rencana tersebut terdapat dalam strategi Fujifilm VISION2030, yang memprioritaskan profitabilitas dan efisiensi modal daripada pertumbuhan penjualan mentah. Fujifilm tidak sendirian menghadapi tekanan selama musim laporan ini. Saham Kioxia juga anjlok setelah gagal memenuhi panduan bulan lalu, meskipun beberapa analis tetap optimis terhadap pemulihannya.
Pertanyaan tetap terbuka saat perdagangan saham Jepang melewati musim laporan keuangan yang volatil. Apakah investor akan mendukung restrukturisasi juga tetap tidak pasti.
