Produsen Taiwan menghasilkan pendapatan NT$921,8 miliar, atau sekitar $29,1 miliar, pada bulan Agustus, naik 51,98% dari tahun sebelumnya. Ini merupakan bulan kedua berturut-turut di atas NT$900 miliar dan meningkatkan pendapatan Januari-Agustus menjadi rekor NT$6,51 triliun, hampir 40% di atas periode yang sama tahun lalu.
Selama beberapa dekade, Foxconn terutama dikenal karena perakitan Apple dan iPhone. Hubungan ini tetap sangat besar, tetapi server AI dengan cepat menjadi mesin pertumbuhan yang lebih penting bagi perusahaan.
AI, Bukan iPhone, yang Mendorong Rekor
Foxconn mengatakan produk cloud dan jaringan menunjukkan pertumbuhan berurutan yang signifikan pada Agustus, sementara elektronik konsumen cerdas justru sedikit menurun dari Juli karena pelanggan beralih antara siklus produk lama dan baru.
Perbedaan itu penting.
Pada hasil kuartalan terbaru Foxconn, manajemen mengatakan pengeluaran berkelanjutan dari hyperscaler mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam rak server AI. Pendapatan Q2 naik 41% menjadi NT$2,53 triliun, sementara laba bersih naik 35% menjadi sekitar NT$60 miliar. Foxconn memperkirakan pendapatan cloud dan jaringan akan menunjukkan pertumbuhan double-digit tinggi baik secara siklus maupun tahunan pada Q3. Hasil resmi perusahaan juga menyatakan permintaan terhadap kapasitas produksi AI seharusnya tetap sangat kuat hingga 2027.
Lebih mencolok lagi, produk terkait server menyumbang lebih dari setengah pendapatan kuartalan, menurut Wall Street Journal.
Itu menjadikan Foxconn sebagai indikator yang berguna untuk perdagangan infrastructure AI yang lebih luas. Permintaan tidak lagi hanya muncul dalam penjualan GPU Nvidia. Permintaan mengalir ke perusahaan-perusahaan yang merakit rak lengkap, sistem jaringan, dan perangkat keras pusat data.
Foxconn Sedang Menjadi Taruhan Rantai Pasok Nvidia
Nvidia tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar di balik pergeseran itu.
Kuartal terbarunya menghasilkan pendapatan sebesar $96,2 miliar, naik 106% tahun ke tahun, sementara perusahaan memperkirakan sekitar $108 miliar pada kuartal saat ini. Nvidia outlook ini menyiratkan permintaan berkelanjutan yang tinggi terhadap sistem-sistem yang dibantu Foxconn produksi.
Perusahaan juga memperluas produksi server AI di Taiwan, Meksiko, Vietnam, dan Amerika Serikat. Foxconn menyatakan pengeluaran modal di AS akan meningkat di berbagai lokasi termasuk Texas, Wisconsin, Ohio, dan California.
Skala peluang hilir sangat besar. Pembangunan AI dapat memerlukan pengeluaran infrastruktur triliunan dolar hingga 2030, menarik modal ke chip, jaringan, server, daya, dan pusat data. Pembiayaan di balik ledakan pusat data semakin berubah menjadi pesanan manufaktur untuk perusahaan seperti Foxconn.
Namun, masih ada risiko. Morgan Stanley memperkirakan pangsa Foxconn di pasar rak AI kelas atas akan turun dari sekitar 51% pada 2025 menjadi 39% pada 2026 seiring meningkatnya persaingan.
Artinya, uji coba berikutnya bukan hanya apakah permintaan AI terus tumbuh. Tetapi apakah Foxconn dapat mempertahankan pangsa pasar yang cukup untuk menangkapnya.
Untuk saat ini, Agustus menawarkan sinyal kuat: perusahaan yang dulu identik dengan membangun iPhone semakin ditarik maju oleh server AI.
