Odaily Planet Daily melaporkan, mantan penasihat kebijakan kecerdasan buatan Gedung Putih, Sriram Krishnan, dalam wawancara dengan program CNBC "Squawk Box", menyatakan bahwa akan muncul gelombang perusahaan rintisan keamanan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melawan kecerdasan buatan.
Seiring dengan peningkatan cepat kemampuan model AI, terutama meningkatnya risiko model AI "liar" (rogue AI models) yang mampu beroperasi mandiri, bidang keamanan siber akan memerlukan sistem pertahanan baru, termasuk pemanfaatan teknologi AI untuk mengidentifikasi, memantau, dan menghentikan serangan yang didorong oleh AI secara real-time.
Sriram Krishnan percaya bahwa persaingan keamanan siber di masa depan akan berkembang menjadi "perang pertahanan dan serangan AI", di mana penyerang mungkin memanfaatkan AI untuk secara otomatis menemukan kerentanan dan melancarkan serangan, sementara pihak pertahanan juga harus mengandalkan AI untuk meningkatkan kemampuan deteksi ancaman dan respons, yang akan menciptakan peluang bagi perusahaan rintisan keamanan siber generasi baru.
Dalam wawancara tersebut, Krishnan juga membahas topik-topik seperti lanskap persaingan industri AI, rencana pendanaan senilai $500 miliar dari Nvidia, serta perlombaan senjata AI global. Ia menunjukkan bahwa seiring dengan terus meningkatnya skala investasi infrastruktur AI, kekuatan komputasi, keamanan model, dan perlindungan jaringan akan menjadi bagian penting dari ekosistem AI.
