- Lima altcoin—AAVE, ENA, HYPE, NEAR, dan STRK—mengalami penurunan tetapi mempertahankan aktivitas ekosistem yang kuat.
- Fase pasar saat ini adalah peninjauan ulang, dengan potensi pemulihan terkait likuiditas yang dinormalisasi dan kembalinya nafsu risiko secara bertahap.
- Setiap proyek mempertahankan dasar-dasar fungsional, perkembangan pengembangan, atau penggunaan jaringan, membuat mereka menjadi kandidat pemulihan yang dapat diukur.
Struktur pasar kripto tetap berada dalam keadaan volatilitas, dengan modal berpindah dari aset-aset populer ke token-token yang diskon secara selektif. Penurunan terbaru pada berbagai altcoin besar dan yang sedang berkembang telah menghilangkan surplus spekulatif, dan fondamen serta aktivitas on-chain tidak terganggu. Pengalaman pasar menunjukkan bahwa koreksi jangka panjang biasanya diikuti oleh periode pemulihan, terutama pada periode ketika kondisi likuiditas kembali normal, dan nafsu risiko pulih secara perlahan.
Dalam lingkungan ini, para analis sedang memantau erat sebuah kelompok lima altcoin yang mengalami penurunan signifikan namun tetap mempertahankan relevansi ekosistem yang kuat. Aset-aset ini tidak diposisikan sebagai jaminan kenaikan, tetapi sebagai kandidat pemulihan yang terukur, di mana perilaku historis, penggunaan jaringan, dan perkembangan pengembangan mereka membenarkan perhatian kembali. Fase saat ini dianggap sebagai periode peninjauan ulang, bukan pengejaran momentum, karena para investor mengevaluasi proyek mana yang dapat kembali mendapatkan momentum selama ekspansi pasar berikutnya.
AAVE (Aave): Infrastruktur DeFi yang Mapan Menghadapi Tekanan Repricing
AAVE telah mengalami fase korektif seiring dengan melemahnya keuangan terdesentralisasi secara umum. Meskipun terjadi penurunan, volume pinjaman dan integrasi protokol tetap relatif stabil. Platform terus berfungsi sebagai lapisan likuiditas yang luar biasa dan inovatif di berbagai rantai. Analisis menunjukkan bahwa penilaian token yang berkurang berkontras dengan tren pendapatan protokol yang stabil. Divergensi ini telah menempatkan AAVE sebagai kandidat potensial pemulihan jika partisipasi DeFi membaik.
ENA (Ethena): Model Yield Buatan Menghadapi Rekalibrasi Pasar
Token ENA Ethena mengalami penurunan setelah adopsi awal yang pesat berkurang. Struktur dolar sintetis dan hasil yang inovatif dari proyek tersebut tetap beroperasi, meskipun ekspektasi pasar telah berubah. Para pengamat menggambarkan penarikan dana sebagai kejadian penilaian ulang daripada kegagalan struktural. Permintaan terus-menerus untuk produk hasil alternatif dapat mendukung pemulihan bertahap.
HYPE (Hyperliquid): Perdagangan Berkinerja Tinggi Bertemu Volatilitas
HYPE mengalami volatilitas tajam setelah ekspansi agresif dalam derivatif terdesentralisasi. Aktivitas perdagangan tetap tinggi, bahkan setelah melemahnya harga. Kecepatan eksekusi dan transparansi on-chain yang unggul dari protokol terus membedakannya. Analis melihat koreksi ini sebagai ujian ketahanan, bukan kehilangan relevansi.
NEAR (NEAR Protocol): Layer-Satu yang Dapat Diskalakan Kembali Masuk ke Zona Akumulasi
NEAR telah turun bersamaan dengan sektor kontrak pintar yang lebih luas. Aktivitas pengembangan dan metrik pengguna tetap relatif tangguh. Arsitektur sharding yang tidak tertandingi dari jaringan tersebut masih dianggap sebagai kekuatan jangka panjang. Pemain pasar sedang mengevaluasi ulang penilaian setelah koreksi terbaru.
STRK (Starknet): Pertumbuhan Layer-Two Menyesuaikan Setelah Ekspansi Cepat
STRK kembali mengikuti optimisme sebelumnya terhadap skalabilitas Ethereum. Peningkatan jaringan dan pertumbuhan ekosistem terus berjalan dengan tempo yang terukur.Penyesuaian tersebut telah digambarkan sebagai fase normalisasi. Potensi pemulihan tetap terkait dengan tren adopsi Layer-2 yang lebih luas.





