Anggota Federal Reserve Hammack menyatakan bahwa kebijakan moneter saat ini tidak cukup restruktif mengingat inflasi yang tetap tinggi. Pengumuman ini muncul di tengah perdebatan berkelanjutan di dalam Federal Reserve mengenai cara mengatasi tekanan inflasi tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi. Komentar Hammack menunjukkan kemungkinan kelanjutan atau bahkan peningkatan suku bunga, yang menantang ekspektasi pemotongan suku bunga pada pertemuan mendatang. Pernyataan ini menambah wacana setelah komentar serupa yang baru-baru ini disampaikan oleh pejabat Federal Reserve lainnya.
Harga pasar mengimplikasikan bahwa pernyataan Hammack konsisten dengan skenario di mana Federal Reserve mungkin mempertahankan atau menaikkan suku bunga, bukan memotongnya. Kemungkinan pemotongan suku bunga pada pertemuan dari Juli hingga Oktober 2026 telah menurun, mencerminkan ekspektasi pasar bahwa Fed akan melanjutkan sikap kebijakan saat ini. Probabilitas pemotongan suku bunga pada pertemuan 28 Oktober saat ini dihargai hanya 0,1% YES, turun dari 1% pada hari sebelumnya.
Poin Utama
- Pernyataan Hammack menunjukkan bahwa Federal Reserve mungkin tidak beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif dalam waktu dekat.
- Harga pasar menunjukkan penurunan ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga pada pertemuan Fed mendatang.
- Inflasi tinggi yang berkelanjutan tetap menjadi pertimbangan signifikan dalam keputusan kebijakan Federal Reserve.
Apa yang Harus Diperhatikan
Pasar akan memantau erat indikator ekonomi mendatang, termasuk data inflasi dan ketenagakerjaan, untuk wawasan lebih lanjut mengenai kemungkinan langkah kebijakan Federal Reserve. Pernyataan dari pejabat Federal Reserve lainnya, khususnya Ketua Kevin Warsh, dapat memberikan konteks tambahan mengenai kemungkinan perubahan kebijakan. Pertemuan FOMC September dan dot plot yang menyertainya akan sangat penting dalam membentuk ekspektasi pasar di masa depan mengenai keputusan suku bunga.
Dapatkan analisis pasar prediksi langsung, didukung oleh Vera. Daftar untuk Vera.

