Kevin Warsh memiliki pesan untuk siapa pun yang telah menghabiskan sepuluh tahun terakhir menganalisis pernyataan Federal Reserve untuk mencari petunjuk tentang pergerakan suku bunga mendatang: berhenti.
Sejak menjadi Ketua Fed pada 22 Mei 2026, Warsh secara sistematis menghancurkan praktik panduan maju, kebiasaan lama bank sentral dalam mengisyaratkan langkah kebijakan berikutnya beberapa bulan sebelumnya. Alasannya tegas. Peramalan ekonomi, menurutnya, lebih merupakan harapan daripada ilmu, dan bank sentral yang berpura-pura sebaliknya berisiko menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaat.
Akhir dari bisikan Fed
Sinyal paling jelas perubahan itu muncul pada pertemuan FOMC pada 17 Juni 2026, ketika pernyataan komite menghapus bahasa panduan eksplisit yang telah menjadi ciri khas komunikasi Fed. Selama lebih dari satu dekade, pasar telah terbiasa dengan frasa-frasa seperti “Komite memperkirakan” atau “kebijakan akan tetap akomodatif,” memperlakukannya sebagai komitmen semi-mengikat. Era itu telah berakhir.
Keraguan Warsh terhadap ramalan preskriptif bukanlah hal baru. Selama masa jabatannya sebelumnya sebagai gubernur Fed dari 2006 hingga 2011, ia vokal tentang risiko bank sentral menjadi terlalu dapat diprediksi. Argumennya kurang lebih begini: ketika Fed memberi tahu pasar secara tepat apa yang direncanakannya, pasar langsung memasukkan hal itu ke dalam harga, yang dapat memperkuat gelembung saat naik dan kepanikan saat turun. Fed akhirnya mengelola ekspektasi daripada mengelola perekonomian.
Warsh menginginkan Fed bersifat berbasis data secara harfiah, merespons apa yang sebenarnya dilakukan ekonomi, bukan berkomitmen pada apa yang dipikirkan akan dilakukan ekonomi. Ini berarti para pedagang, investor, dan siapa pun yang terpapar aset yang sensitif terhadap suku bunga sekarang harus melakukan riset sendiri, alih-alih menunggu Fed memberikan kunci jawaban.
Inflasi tetap menjadi latar belakang yang tidak nyaman
Pembaruan filosofis ini terjadi dalam latar belakang ekonomi yang sangat tidak mengampuni. Inflasi tetap di atas target 2% Fed selama lebih dari 65 bulan berturut-turut hingga Agustus 2026. Suku bunga dana federal berada di kisaran target 3,5% hingga 3,75%, dan perdebatan internal mengenai apakah tingkat tersebut sudah cukup tinggi jelas semakin memanas.
Tiga kebijakan Fed menyatakan tidak setuju pada pertemuan terbaru, mendorong kenaikan suku bunga. Tingkat ketidaksepakatan semacam ini patut diperhatikan. Hal ini menunjukkan bahwa kerangka kerja bergantung pada data Warsh menghasilkan perdebatan nyata di dalam komite, bukan konsensus yang terkoordinasi seperti yang menjadi ciri sebagian besar era Powell.
Warsh telah meluncurkan tim tugas internal yang berfokus pada tiga bidang: strategi komunikasi, neraca Fed, dan kebijakan inflasi. Alamatnya yang akan datang di Jackson Hole Economic Symposium pada akhir Agustus diharapkan dapat menjelaskan kerangka intelektual di balik perubahan-perubahan ini. Jackson Hole secara historis menjadi tempat di mana ketua Fed menanamkan bendera filosofis mereka.

