- Direktur FBI Kash Patel mengatakan Operasi Blackout melawan jaringan penipuan global sedang berlangsung.
- Dia mengatakan penegak hukum menyita lebih dari $15 miliar aset kripto, menutup lebih dari 500 situs investasi penipuan, dan menangkap ratusan tersangka.
- Di media sosial, pengguna memberikan reaksi beragam terhadap pernyataan tersebut, mendukung penindakan terhadap penipuan, tetapi juga mengkritik pemerintahan Donald Trump.
Direktur FBI Kash Patel membagikan hasil Operasi Blackout, yang bertujuan untuk memerangi jaringan penipuan investasi global. Ia mengatakan bahwa sebagai bagian dari kampanye ini, penegak hukum menyita lebih dari $15 miliar dalam aset kripto, membongkar puluhan pusat penipuan, dan menutup ratusan platform investasi palsu.
Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, FBI ini meluncurkan Operasi Blackout untuk membongkar industri penipuan global:
— Direktur FBI Kash Patel (@FBIDirectorKash) 4 Agustus 2026
• Lebih dari $15 miliar mata uang kripto disita
• Dosis kompund penipuan dibongkar
• Ratusan ditangkap
• Ribuan korban perdagangan manusia dibebaskan
• 500+ investasi penipuan… pic.twitter.com/VptbwiRAcy
Menurut direktur FBI, operasi tersebut diluncurkan di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Patel mengatakan bahwa sebagai bagian dari penyelidikan, penegak hukum:
- menyita lebih dari $15 miliar dalam cryptocurrency
- membongkar puluhan kompleks penipuan
- menangkap ratusan orang
- membebaskan ribuan korban perdagangan manusia
- menutup lebih dari 500 situs investasi penipuan
- menonaktifkan jutaan akun yang terkait penipuan
- memperingatkan lebih dari 10.000 warga Amerika sebelum mereka kehilangan dana, yang menurut FBI membantu mencegah kerugian lebih dari $500 juta.
“Kami tidak lagi hanya mengejar penipu. Kami sedang membongkar jaringan yang menguntungkan dari mereka,” kata Patel.
Pada saat yang sama, direktur FBI tidak memberikan detail tambahan mengenai metode yang digunakan untuk menilai aset kripto yang disita atau periode waktu selama hasil yang disebutkan dicapai.
Pernyataan memicu perdebatan aktif
Pos Patel menarik reaksi campur dari pengguna.
Beberapa komentator memuji hasil operasi tersebut. Secara khusus, pengguna RRzec17 berterima kasih kepada direktur FBI karena melawan skema kriminal dan menekankan bahwa di balik statistik tersebut ada keluarga-keluarga yang telah dirugikan.
Yang lain mendesak biro tersebut untuk mengubah prioritasnya. Pengguna dems_arepedos berkata bahwa FBI seharusnya terutama fokus pada upaya memerangi ancaman domestik terhadap negara.
Pada saat yang sama, kritik juga ditujukan kepada pemerintah AS. Pengguna HulloXworld menuduh otoritas itu hipokrit, sementara johanna_ju8572 berkata langkah ayahnya menjadi korban penipuan keuangan dan kehilangan sejumlah uang yang signifikan akibat skema investasi.
Sebagai pengingat, pada Mei 2026, FBI melaporkan penyitaan aset kripto terbesar dalam sejarah — $8 miliar — sebagai bagian dari Operasi Blackout. Pada saat itu, tokoh utama dalam penyelidikan adalah Chen Zhi — CEO Prince Holding Group yang berbasis di Kamboja. Detail lebih lanjut tersedia di artikel.
Pesan FBI Director Said Operation Blackout Seized $15 Billion in Crypto Assets muncul pertama kali di INCRYPTED.


