FalconX memangkas sekitar 10% tenaga kerjanya akibat penurunan pasar kripto FalconX telah memotong sekitar 10% tenaga kerja globalnya sambil bersiap menghadapi penurunan pasar yang berkepanjangan, lapor Bloomberg pada Senin, mengutip orang-orang yang memahami masalah ini. Sebelum pemotongan, perusahaan ini memiliki sekitar 350 karyawan — berarti sekitar 35 posisi kemungkinan terdampak — di Amerika Serikat, Inggris, Singapura, dan Hong Kong. Perusahaan tidak secara publik menentukan tim atau kantor mana yang terkena dampak, maupun mengungkapkan perkiraan penghematan biaya, biaya pemutusan hubungan kerja, atau jadwal penyelesaian restrukturisasi. FalconX menolak memberikan komentar lebih lanjut dalam laporan tersebut. Sebagai prime broker untuk investor institusional kripto, FalconX menyediakan layanan perdagangan, pembiayaan, dan manajemen risiko kepada hedge fund, manajer aset, dan perusahaan perdagangan profesional, bukan pelanggan ritel. Pemotongan ini terjadi karena penurunan harga mata uang kripto telah membebani volume perdagangan dan pendapatan industri, mendorong perusahaan untuk memangkas biaya dan mengalihkan sumber daya menuju aliran pendapatan yang lebih stabil. Perubahan strategi di Singapura FalconX juga mempersempit strateginya di Singapura. Perusahaan berencana untuk fokus pada perdagangan derivatif kripto di sana dan telah menarik aplikasi lisensinya dengan Otoritas Moneter Singapura. Langkah ini tidak menandakan keluar total dari Asia — FalconX berniat mempertahankan kehadiran regionalnya sambil memperluas operasinya di Eropa. FalconX memasuki Singapura pada 2023 dengan bisnis derivatif over-the-counter untuk klien institusional di seluruh wilayah Asia-Pasifik dan berencana mencari lisensi prime-brokerage yang lebih luas. Pendekatan baru ini mengkonsentrasikan sumber daya pada lini bisnis yang dianggap lebih siap menghadapi penurunan pasar. Perusahaan belum menjelaskan bagaimana perubahan di Singapura akan memengaruhi karyawan atau pelanggan lokal saat ini. Latar belakang pasar dan perubahan strategis Jadwal perubahan FalconX terjadi di tengah rekalibrasi industri yang lebih luas. Bitcoin diperdagangkan di sekitar $63.500 pada Selasa setelah mencapai titik terendah intraday sekitar $62.200, sekitar 50% di bawah puncaknya pada Oktober 2025 di atas $126.000. Penurunan aktivitas pasar spot mendorong banyak perusahaan kripto untuk fokus pada derivatif, layanan institusional, dan produk keuangan tertokenisasi demi pendapatan yang lebih dapat diprediksi. FalconX memperkuat penawaran institusionalnya pada November 2025 dengan mengakuisisi 21Shares, menggabungkan infrastruktur prime-brokerage-nya dengan bisnis global penerbit ETP tersebut. 21Shares mengelola lebih dari $12 miliar di lebih dari 50 produk pertukaran kripto, termasuk dana yang terdaftar di AS. FalconX belum mengatakan apakah pemutusan kerja terbaru akan memengaruhi produk-produk tersebut atau para investor mereka. Bagian dari gelombang pemotongan yang lebih luas Pemotongan FalconX mengikuti serangkaian pemutusan kerja di seluruh industri kripto seiring perusahaan bersiap menghadapi kondisi pasar lemah yang berkepanjangan. Pemotongan terbaru termasuk pemangkasan sekitar 20% tenaga kerja Luno dan pergeseran personel di bursa serta penyedia layanan seperti Coinbase, Crypto.com, Gemini, dan BitGo. Proyek-proyek kecil juga menjadi sorotan — Pump.fun dilaporkan memecat karyawan tak lama sebelum alokasi token jatuh tempo, menyebabkan setidaknya satu mantan karyawan kehilangan alokasi yang kemudian mencapai tujuh angka. Banyak perusahaan mengatakan mereka mengalihkan pengeluaran menuju otomatisasi, derivatif, dan bisnis institusional untuk mengurangi ketergantungan pada perdagangan spot yang volatil. Untuk saat ini, langkah selanjutnya FalconX akan fokus pada pelaksanaan rencana Singapura yang lebih sempit dan pengembangan operasinya di Eropa, sementara pasar menunggu konfirmasi resmi dan detail lebih lanjut dari perusahaan.
FalconX Memotong 10% Tenaga Kerja dan Mengalihkan Strategi Singapura ke Derivatif
ChainGPTBagikan
FalconX telah memangkas 10% tenaga kerja globalnya dan mengalihkan strategi Singapura menuju pasar derivatif. Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 350 orang tersebut telah menarik aplikasi lisensinya dari Otoritas Moneter Singapura. Kini, perusahaan akan fokus pada perdagangan derivatif di wilayah ini sambil memperluas operasinya di Eropa. Altcoin yang perlu diawasi mungkin akan mendapat perhatian lebih seiring penyesuaian strategi perusahaan di tengah volatilitas pasar. Langkah serupa juga terlihat di Luno, Coinbase, dan Crypto.com.
Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.

