Ahli: Komputasi Kuantum Tidak Akan Menghancurkan Kripto hingga 2026, Tapi Risiko 'Collect-Then-Decrypt' Masih Ada

iconKuCoinFlash
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Ahli crypto dari Argentum AI, Coin Bureau, dan lainnya mengatakan komputasi kuantum tidak akan memecahkan crypto hingga 2026. Tapi mereka memperingatkan tentang ancaman "collect-then-decrypt". Sekitar 25% hingga 30% dari BTC berada di alamat dengan kunci publik yang terpapar. Pengguna didorong untuk berhenti mengulang penggunaan alamat dan beralih ke dompet aman kuantum bila memungkinkan. Apa yang saat ini berisiko bisa didekripsi nanti.

Berdasarkan MetaEra, pada 25 Desember 2025, para ahli dari Argentum AI, Coin Bureau, dan lembaga lainnya menyatakan bahwa komputasi kuantum tidak membahayakan cryptocurrency secara mendesak hingga 2026. Namun, mereka memperingatkan risiko 'collect-then-decrypt', di mana penyerang mungkin mengumpulkan data terenkripsi sekarang untuk dieksploitasi nanti. Sekitar 25% hingga 30% BTC disimpan dalam alamat dengan kunci publik yang terpapar, membuatnya lebih rentan. Para ahli merekomendasikan menghindari penggunaan ulang alamat dan bermigrasi ke dompet tahan kuantum ketika tersedia.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.