Komisi Eropa sedang melakukan pembicaraan aktif dengan dua perusahaan AI paling kuat di dunia mengenai akses ke model paling canggih mereka, dan percakapan tersebut berjalan sangat berbeda tergantung pada perusahaan mana yang Anda tanyai.
OpenAI telah berkomitmen untuk memberikan akses kepada para pembela siber UE terhadap model GPT-5.5-Cyber-nya, sebuah langkah yang disambut hangat oleh Brussels. Sementara itu, Anthropic telah mengadakan empat hingga lima pertemuan dengan pejabat Komisi, tetapi diskusi tersebut belum menghasilkan akses serupa terhadap sistem Mythos-nya.
OpenAI mengambil jalur kerja sama
Itu pada dasarnya apa yang telah dilakukan OpenAI. Model GPT-5.5-Cyber perusahaan tersebut diposisikan sebagai aset keamanan siber untuk institusi dan penanggulang Eropa. Pejabat UE telah menyatakan dukungan kuat terhadap penawaran ini, yang akan memberikan akses kepada tim keamanan yang sejalan dengan pemerintah terhadap kemampuan AI canggih yang dirancang untuk mengidentifikasi dan merespons ancaman.
Jalan lebih lambat Anthropic
Situasi Anthropic menceritakan kisah yang berbeda. Empat hingga lima pertemuan dengan pejabat Komisi bukanlah hal sepele, tetapi belum berubah menjadi akses konkret seperti yang ditawarkan OpenAI.
Sistem Mythos, model canggih Anthropic yang menjadi pusat diskusi ini, masih belum dapat diakses oleh para pembela UE saat ini.
Mengapa hal ini penting di luar Brussels
Keterlibatan Komisi dengan perusahaan-perusahaan AI ini lebih dari sekadar alat keamanan siber. Ini adalah sinyal tentang bagaimana Eropa bermaksud mengintegrasikan model AI mutakhir ke dalam infrastruktur institusionalnya.
Eropa telah menempatkan dirinya sebagai pemimpin global dalam regulasi AI melalui AI Act, dengan fase penegakan yang dimulai pada 2025. Dengan bernegosiasi akses langsung ke model dari OpenAI dan Anthropic, Komisi mengakui bahwa ia membutuhkan teknologi paling canggih dari sektor swasta untuk melawan ancaman siber yang semakin canggih.
Dinamika ini memiliki implikasi yang jauh melampaui keamanan siber pemerintah. Model AI yang sama yang dibahas untuk mempertahankan institusi Eropa pada akhirnya dapat memainkan peran dalam mengamankan infrastruktur keuangan, termasuk ekosistem aset digital. Platform kripto, protokol DeFi, dan jaringan blockchain sering menjadi sasaran serangan canggih, meskipun belum ada koneksi langsung yang terbukti dengan alat-alat AI ini.


