Setelah data inflasi terbaru AS dirilis, aset berisiko secara keseluruhan menguat, dan Ethereum pun mengikuti kenaikan tersebut. Menurut Coinpedia yang mengutip data pasar, ETH diperdagangkan di $2.575,39, dengan kenaikan 24 jam sebesar 5,7%. Aset-aset lain yang juga naik bersamaan termasuk bitcoin, emas, dan saham AS, menunjukkan bahwa dana sedang melakukan penilaian ulang terhadap jalur inflasi dan suku bunga.
Inti CPI turun
Faktor utama yang mendorong perbaikan sentimen pasar adalah penurunan berkelanjutan CPI inti. CPI inti, yang menghilangkan makanan dan energi, berada di level 2,4%, mencapai tingkat terendah dalam lebih dari lima tahun. Laporan menyebutkan bahwa tekanan harga pada perumahan, jasa, dan barang kebutuhan sehari-hari telah mereda, membuat pasar percaya bahwa inflasi dasar AS masih melambat.
Dalam konteks ini, sebagian dana mempertaruhkan bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tetap, bahkan berpotensi beralih ke pemotongan suku bunga di masa depan. Aset berisiko因此 mengalami pemulihan umum, dan Ethereum juga mendapat manfaat dari peningkatan preferensi risiko ini.
Harga minyak mendorong CPI secara keseluruhan
Sementara itu, CPI keseluruhan tetap pada 3,4%. Laporan tersebut menyatakan bahwa angka ini terutama didorong oleh kenaikan harga minyak, yang dipicu oleh gangguan pasokan akibat perang di Iran. Artinya, pasar cenderung menganggap inflasi sebagian ini sebagai faktor energi, bukan karena permintaan yang pulih secara luas.
Pembedaan ini memengaruhi penetapan harga aset. Jika tekanan inflasi terutama berasal dari pasokan energi, bukan dari penguatan permintaan menyeluruh oleh rumah tangga dan perusahaan, pasar biasanya lebih bersedia untuk terus memegang aset berisiko tinggi.
Data sektor jasa lebih tinggi dari perkiraan
Namun, pasar suku bunga belum sepenuhnya menerima penilaian bahwa inflasi telah jelas melambat. Laporan menyebutkan bahwa inflasi jasa "super inti" berbasis bulanan naik menjadi 0,3%, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,2%. Indikator ini menghilangkan energi dan perumahan, sehingga lebih mampu mencerminkan tekanan permintaan yang sebenarnya.
Oleh karena itu, spekulasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve sempat naik hingga 85%. Ini berarti bahwa meskipun Ethereum dan aset berisiko lainnya mengalami kenaikan jangka pendek, terdapat perbedaan yang jelas di dalam pasar mengenai arah suku bunga selanjutnya.
Secara keseluruhan, kenaikan Ethereum kali ini bukan didorong oleh satu faktor kripto saja, melainkan hasil dari reli terkait aset berisiko setelah rilis data makro. Selanjutnya, pasar akan terus memantau inflasi sektor jasa AS dan perubahan harga energi untuk menilai apakah reli ini dapat berlanjut.


