DFSA Meluncurkan Konsultasi untuk Memperkuat Aturan Keuangan Islam di DIFC

iconCryptoBreaking
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Otoritas Jasa Keuangan Dubai (DFSA) telah meluncurkan konsultasi publik untuk memperkuat aturan keuangan Islam di DIFC. Naskah Konsultasi Nomor 172 mengusulkan panduan yang lebih jelas mengenai endorsemenn keuangan Islam, pengungkapan Takaful yang ditingkatkan, dan pembaruan aturan teknis. DFSA bertujuan untuk selaras dengan strategi Uni Emirat Arab untuk meningkatkan posisi sektor ini di tingkat global. Konsultasi berlangsung hingga 19 Juni 2026. Langkah ini juga mencerminkan upaya untuk memenuhi standar internasional, termasuk kepatuhan terhadap CFT dan MiCA.
Dfsa Launches Consultation To Strengthen Islamic Finance Rules In Difc

DFSA Membuka Konsultasi tentang Kerangka Keuangan Islam di DIFC

Otoritas Jasa Keuangan Dubai telah meluncurkan konsultasi publik yang bertujuan untuk memperkuat kerangka regulasi keuangan syariah di dalam Dubai International Financial Centre, seiring dengan terus berupayanya Uni Emirat Arab untuk menempatkan dirinya sebagai pusat global untuk keuangan yang sesuai syariah.

Konsultasi, yang diumumkan melalui Dokumen Konsultasi Nomor 172 (CP 172), mengusulkan beberapa pembaruan yang dirancang untuk memberikan kejelasan regulasi yang lebih besar bagi perusahaan yang menjalankan layanan keuangan Islam di DIFC.

Perubahan yang diusulkan mencakup panduan yang lebih jelas mengenai kapan perusahaan yang diizinkan diwajibkan untuk memperoleh endorsmen keuangan Islam, persyaratan pengungkapan yang ditingkatkan untuk produk Takaful, dan amandemen teknis pada modul Aturan Keuangan Islam DFSA.

UAE Memperkuat Posisi dalam Keuangan Islam Global

Inisiatif ini selaras dengan strategi Uni Emirat Arab yang lebih luas yang berfokus pada perluasan sektor keuangan Islam, termasuk Strategi Uni Emirat Arab untuk Keuangan Islam dan Industri Halal serta Agenda Ekonomi D33 Dubai.

Menurut DFSA, Uni Emirat Arab tetap menjadi salah satu pasar global terkemuka untuk keuangan Islam, sementara DIFC telah menjadi salah satu lokasi terbesar di dunia untuk pencatatan Sukuk, dengan lebih dari $100 miliar penerbitan Sukuk yang belum lunas.

Charlotte Robins, Direktur Manajer Kebijakan & Hukum di DFSA, mengatakan regulator bertujuan untuk memastikan perusahaan memiliki kejelasan yang diperlukan untuk beroperasi dengan percaya diri seiring pertumbuhan adopsi keuangan Islam secara global.

Fokus pada Pengungkapan dan Kejelasan Regulasi

Di antara usulan utama, DFSA berencana untuk memperjelas keadaan di mana perusahaan yang mempresentasikan produk atau layanan sebagai sesuai Syariah akan memerlukan dukungan Islam.

Konsultasi tersebut juga mengusulkan persyaratan pengungkapan yang lebih kuat untuk produk Takaful, termasuk transparansi mengenai perhitungan biaya, mekanisme pembagian surplus, dan kewajiban kontribusi tambahan bagi peserta.

Regulator menekankan bahwa perusahaan yang mendistribusikan produk keuangan Islam tanpa secara langsung menyatakan sebagai sesuai Syariah mungkin tidak memerlukan persetujuan tambahan, selama kewajiban perlindungan klien yang ada terpenuhi.

Konsultasi Terbuka Hingga 19 Juni

Peserta industri, perusahaan yang diotorisasi, penasihat, dan lembaga pasar diundang untuk mengirimkan komentar melalui platform respons online DFSA hingga 19 Juni 2026.

Setelah periode konsultasi, DFSA akan meninjau umpan balik sebelum menetapkan kemungkinan perubahan terhadap Rulebook.

Informasi lebih lanjut dan dokumen konsultasi lengkap tersedia di situs web resmi DFSA:
https://www.dfsa.ae

Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai DFSA Meluncurkan Konsultasi untuk Memperkuat Aturan Keuangan Islam di DIFC di Crypto Breaking News – sumber tepercaya Anda untuk berita kripto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.