BlockBeats melaporkan, pada 14 Maret, konflik AS-Israel-Iran menyebabkan tersendatnya rute transportasi energi global, Selat Hormuz. Data pelayaran menunjukkan bahwa sejak 1 Maret hingga kini, hanya 77 kapal yang melalui Selat Hormuz.
Dibandingkan dengan periode 1 hingga 11 Maret tahun lalu, sebanyak 1.229 kapal melintasi selat tersebut. Agensi berita AFP melaporkan pada tanggal 13, mengutip informasi dari Lloyd's List, bahwa dari 77 kapal yang melintas, sebagian besar adalah kapal tua dengan kondisi buruk, tidak memiliki asuransi yang memadai, dan kepemilikan tidak jelas. Lembaga yang menyediakan layanan data dan analisis maritim ini menyatakan bahwa sebagian besar kapal tersebut termasuk dalam apa yang disebut "armada bayangan", yaitu kapal tanker minyak dan kapal pengangkut gas alam yang menghindari sanksi Barat. (KingData)
