Laporan terbaru dari Federal Reserve Dallas menyatakan bahwa deposito yang ditokenisasi berpotensi meningkatkan efisiensi pembayaran, tetapi juga dapat mengubah struktur dana yang menjadi dasar pemberian pinjaman bank. Jika nasabah dapat lebih cepat memindahkan dana mereka ke rekening dengan imbal hasil lebih tinggi, stabilitas simpanan bank mungkin menurun, dan ruang untuk alokasi pinjaman jangka panjang akan terkompresi.
Kecepatan aliran setoran meningkat
Laporan tersebut menyatakan bahwa teknologi buku besar terdistribusi sedang mendorong pengembangan infrastruktur penyelesaian real-time. Berbeda dengan stablecoin seperti USDT dan USDC, simpanan yang ditokenisasi biasanya berada dalam kerangka regulasi dan juga dapat membayar bunga.
Namun, laporan tersebut juga menekankan bahwa kombinasi penyelesaian real-time, kontrak pintar, dan AI agen dapat membuat nasabah lebih mudah mengalihkan dana dengan cepat di antara berbagai bank untuk mengejar imbal hasil yang lebih tinggi. Biaya friksi yang sebelumnya mendukung "deposit yang kaku" mungkin因此 menurun.
Perkiraan 700 miliar dolar AS
Perkiraan Federal Reserve Dallas menunjukkan bahwa jika sensitivitas simpanan terhadap perubahan suku bunga meningkat 10%, kemampuan sistem perbankan untuk menahan risiko suku bunga, diukur dalam ekivalen 10 tahun, dapat berkurang sekitar $700 miliar.
Penulis juga memperkirakan bahwa jika masa jatuh tempo rata-rata tertimbang simpanan dipersingkat 10%, kemampuan sistem perbankan dalam melakukan konversi jangka waktu mungkin berkurang sekitar USD 580 miliar. Konversi jangka waktu merujuk pada praktik perbankan menggunakan simpanan yang dapat ditarik kapan saja untuk mendanai pinjaman dengan jangka waktu yang lebih panjang.
Beberapa bank sedang memajukan uji coba
Laporan tersebut menyatakan bahwa jika bank ingin mempertahankan struktur pinjaman saat ini, mereka mungkin perlu lebih bergantung pada pembiayaan utang berjangka daripada simpanan tradisional. Hal ini akan membuat sumber dana untuk bisnis pinjaman lebih mirip dengan lembaga keuangan non-bank, dan berpotensi meningkatkan biaya pembiayaan bagi perusahaan dan konsumen.
- Pada Oktober 2025, Custodia dan Vantage meluncurkan jaringan simpanan tokenisasi Amerika
- Februari 2026, Barclays meneliti deposito ter-tokenisasi dan pembayaran stablecoin
- Pada Maret 2026, BMO bekerja sama dengan CME Group dan Google Cloud untuk memajukan penyelesaian tunai tokenisasi 24/7
Informasi tambahan: Swift telah meluncurkan uji coba pada Juli tahun ini, memungkinkan 17 bank global untuk mentransfer simpanan tertokenisasi di luar jam operasional, tetapi penyelesaian akhir masih bergantung pada sistem pembayaran tradisional yang beroperasi selama jam kerja.
