
Wawasan Utama:
- Arus masuk kas pasar kripto turun tajam pada Mei.
- Perusahaan bitcoin menangkap hampir seluruh permintaan yang tersisa.
- Crypto ETF memperpanjang rangkaian arus keluar berhari-hari.
Pasar kripto mengalami perlambatan tajam pada Mei karena arus modal ke perusahaan kas digital turun ke level terendah dalam beberapa bulan. Data DeFiLlama menunjukkan perusahaan kas hanya menarik $180 juta selama bulan tersebut, mengakhiri periode dua bulan dengan alokasi modal yang besar.
Penurunan ini terjadi seiring para investor meninjau ulang strategi treasury pasif sementara ETF kripto terus kehilangan dana. Penarikan ini mencerminkan perubahan preferensi investor di seluruh pasar kripto. Perusahaan publik yang mengakumulasi aset digital pernah menawarkan eksposur tidak langsung kepada kripto.
Keunggulan itu melemah setelah peluncuran ETF kripto yang diatur, yang menyediakan alternatif yang lebih murah dan lebih likuid. Akibatnya, perusahaan kas semakin menghadapi pertanyaan tentang nilai jangka panjang mereka.
Permintaan Pasar Kripto Berpindah Jauh dari Perusahaan Treasury
Catatan DeFiLlama menunjukkan aliran kas kas bulanan turun 95% dari level April. Perlambatan ini mengikuti dua bulan berturut-turut yang membawa miliaran dolar alokasi modal baru ke sektor ini. Antusiasme investor memudar karena perusahaan kas publik kesulitan mempertahankan valuasi premi atas aset dasar mereka.

Perusahaan treasury bitcoin masih menarik sebagian besar modal yang tersisa. Perusahaan-perusahaan tersebut menyumbang sekitar 98% dari total arus masuk yang tercatat pada Mei. Namun, permintaan juga melemah di berbagai instrumen yang berfokus pada bitcoin karena investor menjadi lebih selektif dalam penempatan modal.
Di luar bitcoin, aktivitas tetap terbatas. Alokasi kecil masuk ke produk kas yang terkait dengan ZCash, Story, dan Sui. Litecoin bergerak berlawanan arah setelah mencatat penarikan bersih selama periode tersebut. Distribusi yang tidak merata menunjukkan bahwa investor lebih menyukai aset yang sudah mapan sambil menghindari eksposur yang lebih luas.
Sentimen pasar melemah lebih lanjut setelah produk yang diperdagangkan di bursa terus mencatat penarikan berkelanjutan. Wu Blockchain mengutip data SoSoValue yang menunjukkan dana spot Bitcoin mencatat aliran bersih keluar sebesar $484 juta pada 1 Juni. Langkah ini menandai sesi perdagangan kesepuluh sebelas berturut-turut dengan penarikan dari produk-produk tersebut.

Dana berbasis ethereum mengikuti pola serupa. Data arus dana menunjukkan produk ethereum spot mencatat redemptions bersih, memperpanjang rangkaian kerugian mereka menjadi lima belas sesi. Tren ini memperkuat kekhawatiran bahwa permintaan institusional tetap hati-hati meskipun akses diperluas melalui instrumen investasi terregulasi.
ETF Kripto Meningkatkan Tekanan pada Model Penilaian
Galaxy Digital berpendapat bahwa industri kas masuk ke fase perkembangan yang berbeda. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa penggalangan modal sederhana dan akumulasi token tidak lagi memenuhi kebutuhan investor yang mencari pengembalian jangka panjang. Perusahaan semakin membutuhkan strategi operasional yang menghasilkan pendapatan, bukan hanya mengandalkan apresiasi aset.

Lingkungan yang berubah muncul karena ETF mata uang kripto mengurangi hambatan terhadap paparan langsung. Investor dapat mengakses pasar mata uang kripto melalui produk yang diatur tanpa menanggung risiko perusahaan. Perubahan itu mempersempit premi yang sebelumnya dinikmati perusahaan treasury dibandingkan nilai aset bersih mereka.
Chief Business Officer Mercuryo, Arthur Firstov, mengatakan ETFs hanya mewakili sebagian dari cerita. Ia berargumen bahwa pelemahan ekuitas, biaya operasional, volatilitas neraca, dan kondisi pasar yang lebih luas juga memengaruhi keputusan investor. Faktor-faktor tersebut semakin menentukan apakah perusahaan kas memperdagangkan di atas atau di bawah nilai aset mereka.
Firstov menambahkan bahwa dana yang diperdagangkan di bursa secara efektif membatasi premi valuasi. Perusahaan treasury kini menghadapi pengawasan yang lebih ketat dari para pemegang saham di setiap periode pelaporan. Para investor mengharapkan tim manajemen untuk menunjukkan keunggulan yang jelas dibandingkan produk investasi pasif.
Fokus Pasar Kripto Berpindah ke Generasi Imbal Hasil
Everstake melaporkan bahwa perusahaan keuangan yang memegang Ether semakin mengandalkan pendapatan dari staking. Perusahaan menemukan bahwa staking menyumbang rata-rata 60% dari pendapatan yang dilaporkan di antara enam perusahaan keuangan yang mengungkapkan data semacam itu. Temuan ini menunjukkan bahwa pendapatan operasional menjadi lebih penting karena akumulasi aset saja kehilangan daya tarik.
Peserta industri semakin mempromosikan manajemen kas aktif. Strategi yang diusulkan mencakup operasi validator, infrastruktur staking, partisipasi dalam keuangan terdesentralisasi, dan kegiatan lain yang menghasilkan imbal hasil. Pendukung berargumen bahwa pendekatan-pendekatan tersebut dapat menciptakan aliran pendapatan berulang yang tidak tersedia bagi pemegang pasif.
Namun, generasi pendapatan saja tidak menyelesaikan kelemahan struktural. Firstov mengatakan perusahaan dengan dilusi berkelanjutan dan biaya operasional yang tinggi tetap rentan meskipun ada pengembalian staking. Imbal hasil meningkatkan efisiensi, tetapi tidak bisa mengkompensasi model bisnis yang cacat.
Kenyataan itu memberikan tekanan tambahan pada tim manajemen di seluruh sektor. Investor semakin mengevaluasi perusahaan keuangan berdasarkan metrik operasional daripada hanya saldo token sederhana. Pasar tampaknya bersedia memberikan imbalan atas eksekusi sambil mengabaikan strategi pasif.
Perhatian sekarang beralih ke data arus dana mendatang dan laporan laba perusahaan. Arus keluar ETF kripto yang berlanjut dapat terus memberikan tekanan pada valuasi treasury, sementara perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan berkelanjutan dapat menarik minat kembali dari investor di seluruh pasar kripto.
Pos Crypto Market Inflows Crash 95% as Crypto ETFs Extend Outflow Streak muncul pertama kali di The Coin Republic.

