CoreWeave akan membangun 3 pusat data di Indonesia untuk ekspansi pasar Asia

iconChainthink
Bagikan
AI summary iconRingkasan
CoreWeave berencana membangun tiga pusat data di Indonesia, sebagai bagian dari ekspansi pasarnya di Asia. Proyek 360 megawatt yang dijadwalkan untuk tahun 2028 ini menargetkan klien laboratorium, startup, dan perusahaan. Perusahaan akan berinvestasi miliaran dolar, meskipun tidak ada angka pasti yang diberikan. Dengan data inflasi yang memengaruhi investasi teknologi global, langkah ini bisa berdampak pada altcoin yang perlu diwaspadai di wilayah ini.

ChainThink, 4 Agustus, menurut Bloomberg, perusahaan layanan cloud AI CoreWeave Inc. berencana memasuki pasar Asia dengan membangun pusat data pertamanya di Indonesia.

CoreWeave menyatakan dalam pernyataannya bahwa rencana untuk membangun 3 pusat data baru di luar Amerika Serikat, semuanya berlokasi di Indonesia, dengan total kapasitas 360 megawatt, diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2028.

Pelanggan target proyek ini meliputi laboratorium, perusahaan rintisan, dan pelanggan perusahaan di Asia Tenggara. Perusahaan menyatakan akan berinvestasi puluhan miliar dolar AS, tetapi tidak memberikan perkiraan spesifik.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.