CEO Coinbase Mengatakan Bank Melihat Kripto sebagai Prioritas 'Eksistensial'

iconTheMarketPeriodical
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
CEO Coinbase Brian Armstrong mengatakan sebuah bank global teratas-10 sekarang melihat pasar kripto sebagai prioritas utama dan isu yang bersifat eksistensial. Di Davos, Armstrong bertemu dengan para pemimpin bank besar, di mana perubahan sikap terhadap analisis kripto menjadi jelas. Kripto sekarang dilihat sebagai ancaman sekaligus peluang, dengan stablecoin dan DeFi mengganggu perbankan tradisional. PNC Bank baru-baru ini bermitra dengan Coinbase untuk perdagangan bitcoin. CEO Bank of America memperingatkan stablecoin bisa menguras triliunan dolar dalam bentuk deposito.

Pandangan Utama

  • Bank sekarang memandang kripto sebagai prioritas eksistensial, beralih dari skeptisisme ke adaptasi strategis secara global.
  • Tokenisasi dan stablecoin mendominasi pembicaraan di Davos, menjanjikan transaksi yang lebih cepat dan akses bagi miliaran orang dewasa yang tidak memiliki perantara.
  • Regulasi dan integrasi AI menyoroti masa depan kripto, dengan kebijakan AS dan persaingan global membentuk adopsi.

Berita crypto dari Davos telah menarik perhatian global. CEO Coinbase Brian Armstrong melaporkan bahwa bank global peringkat sepuluh teratas kini memandang crypto sebagai "prioritas nomor satu" dan isu "eksistensial". Di Forum Ekonomi Dunia, Armstrong bertemu dengan para pemimpin lembaga keuangan besar.

Sumber: X
Sumber: X

Pembicaraan mengungkapkan pergeseran yang tajam. Hanya beberapa tahun yang lalu, bank-bank mengabaikan kripto sebagai spekulasi. Hari ini, mereka melihatnya sebagai tantangan sekaligus peluang. Aset digital, stablecoin, dan tokenisasi sedang membentuk ulang sistem keuangan.

Berita Kripto: Bank-Bank Beralih dari Keraguan ke Rasa Takut

Armstrong mengatakan bank tidak lagi skeptis. Mereka kini mengakui kripto sebagai kompetitor langsung, dan bagi sebagian, prioritas eksistensial. Stablecoin, keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan aset ter-tokenisasi mengancam aliran pendapatan tradisional. Deposito, biaya, dan pemrosesan pembayaran berada dalam risiko.

Kebanyakan pemimpin di Davos pro-kripto. Mereka ingin beradaptasi daripada menolak. Kemitraan sudah terjadi. PNC Bank baru-baru ini bergabung dengan Coinbase untuk perdagangan bitcoin. Ini menunjukkan bahwa bank-bank bergerak dari pertahanan ke kolaborasi.

Analisis memperingatkan bahwa stablecoin bisa menguras triliunan dolar dalam bentuk deposito. CEO Bank of America mengajukan kekhawatiran ini. Jika pelanggan memindahkan dana ke stablecoin, bank kehilangan dasar operasinya. Inilah sebabnya kripto kini dianggap sebagai isu eksistensial oleh sebagian pemimpin bank.

Tokenisasi dan Stablecoin Mendapat Sorotan Utama

Tokenisasi adalah salah satu topik terpanas di Davos. Armstrong menggambarkan bagaimana aset seperti saham, kredit, dan item dunia nyata dapat diubah menjadi token blockchain. Ini membuat transaksi lebih cepat, lebih murah, dan lebih terjangkau. Ia memprediksi kemajuan besar pada tahun 2026.

Tokenisasi bisa membuka pasar bagi miliaran orang. Armstrong menyoroti 4 miliar orang dewasa "tidak terafiliasi" di seluruh dunia. Mereka tidak memiliki akses terhadap investasi tradisional. Dengan tokenisasi, mereka bisa bergabung dengan pasar global.

Stablecoin juga menjadi pusat pembicaraan. Mereka menawarkan transfer global instan tanpa pihak perantara. Ini menantang sistem perbankan tradisional. Stablecoin lebih murah, lebih cepat, dan tanpa batas wilayah. Bank melihatnya sebagai kompetitor langsung terhadap sistem pembayaran mereka.

Berita crypto menunjukkan bagaimana stablecoin mengubah ulang pembayaran. Kenaikan mereka mendorong bank untuk mempertimbangkan kembali peran mereka dalam keuangan global.

Berita Kripto: Regulasi dan AI Menentukan Masa Depan

Armstrong memuji pemerintahan AS di bawah Presiden Trump. Ia menyatakan, "Trump dan pemerintahan saat ini adalah pemerintah yang paling pro kripto di dunia. Mereka berkomitmen untuk menyelesaikan struktur pasar, dan melakukannya dengan benar."

Ia juga menekankan bahwa dukungan terhadap rancangan undang-undang seperti Act CLARITY sangat kuat. Aturan yang jelas dianggap penting untuk daya saing.

Namun, ketegangan tetap ada. Coinbase baru-baru ini menarik dukungan untuk RUU struktur pasar utama. Ini menyebabkan keterlambatan. Armstrong menekankan bahwa kerangka kerja yang tepat diperlukan untuk menyeimbangkan inovasi dan pengawasan.

Tiongkok sedang berinvestasi secara besar-besaran dalam infrastruktur stablecoin. Hal ini meningkatkan persaingan global. Amerika Serikat ingin tetap unggul dengan mendukung inovasi kripto.

Armstrong mengaitkan kenaikan kripto ke kecerdasan buatan. Ia mengatakan, "Agen AI akan semakin bergantung pada stablecoin untuk pembayaran yang mulus, tanpa batasan. Infrastruktur sudah ada, dan penggunaannya sedang tumbuh pesat."

Berita crypto dari Davos menunjukkan bahwa AI dan crypto kini dilihat sebagai dua kekuatan yang sejajar. Bersama, mereka dapat mengubah cara uang dan teknologi berinteraksi.

Postingan Berita Kripto: CEO Coinbase Mengatakan Bank Melihat Kripto sebagai Prioritas 'Eksistensial' muncul pertama kali pada The Market Periodical.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.