Para pengembang dan peneliti keamanan menyatakan bahwa Claude Code dari Anthropic hanya membutuhkan sekitar 8 menit untuk mengidentifikasi kerentanan keamanan yang terkait dengan serangan terbaru saat memeriksa kode sumber Coldcard hardware wallet. Kasus ini kembali memicu perhatian pasar terhadap kemampuan AI dalam melakukan audit keamanan kripto.
Vulnerability points to random number generation
Laporan menunjukkan bahwa masalahnya terletak pada cara sebagian firmware Coldcard menghasilkan angka acak kriptografi. Untuk dompet kriptografi, angka acak digunakan untuk menghasilkan kunci pribadi dan tanda tangan digital, yang merupakan salah satu elemen keamanan paling kritis.
Jika angka acak dapat diprediksi atau entropi tidak mencukupi, penyerang dapat menggunakan hal ini untuk menyimpulkan kunci pribadi, sehingga dapat memindahkan aset dari dompet. Inilah alasan mengapa kerentanan semacam ini memiliki risiko yang sangat tinggi.
Kerugian telah melebihi $100 juta
Kerentanan ini dianggap terkait dengan salah satu insiden keamanan terbesar dalam sejarah dompet keras Bitcoin. Perkiraan awal menunjukkan bahwa penyerang mencuri lebih dari 1.080 BTC dalam waktu kurang dari satu jam.
- Estimasi awal jumlah yang dicuri: lebih dari 1.080 BTC
- Waktu kejadian: kurang dari 1 jam
- Perkiraan terbaru komunitas: kerugian melebihi $100 juta
Selanjutnya, perkiraan pembaruan yang beredar di komunitas menaikkan total kerugian menjadi lebih dari 100 juta dolar AS. Menurut laporan, angka ini masih berasal dari statistik komunitas, dan belum ada ringkasan resmi yang lebih lengkap.
Transaksi mencurigakan masih muncul
Peneliti Thorn menyatakan bahwa antara blok Bitcoin 960.778 hingga 960.792, terdapat 218 transaksi mencurigakan di blockchain yang melibatkan 462 alamat korban dengan total dana yang ditarik mendekati 389 BTC.
- Transaksi mencurigakan: 218 transaksi
- Alamat yang terlibat: 462
- Jumlah dana yang terlibat: sekitar 389 BTC
Dia mengingatkan pengguna Coldcard untuk segera memindahkan sisa aset dari perangkat yang terdampak, serta meningkatkan biaya transaksi untuk mendapatkan prioritas konfirmasi, guna mengurangi risiko dana kembali diambil oleh penyerang terlebih dahulu.

