
- Bernstein mengatakan kegagalan Undang-Undang CLARITY bisa mempercepat regulasi kripto.
- SEC dan CFTC mungkin bergerak lebih cepat dalam pembuatan aturan.
- Lembaga regulasi dapat memberikan kejelasan yang lebih besar bahkan tanpa undang-undang baru.
Perusahaan riset Bernstein percaya bahwa kegagalan Undang-Undang CLARITY dapat mendorong regulator AS untuk mempercepat pembuatan aturan mengenai mata uang kripto.
Menurut analisis perusahaan, jika Kongres tidak mampu mendorong undang-undang kripto yang komprehensif, Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam menetapkan kerangka regulasi melalui otoritas hukum yang sudah ada.
Alih-alih menunggu undang-undang baru, regulator dapat memperkenalkan panduan tambahan dan aturan formal untuk menangani area-area utama pasar aset digital.
SEC dan CFTC Bisa Mengambil Peran Utama
Bernstein berpendapat bahwa ketiadaan kemajuan legislatif dapat mendorong SEC dan CFTC untuk mempercepat upaya mereka dalam mengklarifikasi bagaimana cryptocurrency, bursa, broker, dan peserta pasar lainnya seharusnya diatur.
Panduan regulasi yang lebih jelas dapat membantu mengurangi ketidakpastian bagi bisnis kripto dan investor institusional sekaligus menentukan tanggung jawab masing-masing lembaga. Meskipun pembuatan aturan yang dipimpin lembaga tidak akan menggantikan undang-undang komprehensif, hal itu dapat memberikan kepastian yang lebih besar bagi industri dalam jangka pendek.
BARU SAJA: $867B Bernstein mengatakan kegagalan Undang-Undang CLARITY dapat mempercepat pembuatan aturan kripto oleh SEC dan CFTC. pic.twitter.com/qO6brwEIy5
— Cointelegraph (@Cointelegraph) 3 Agustus 2026
Mengapa Ini Penting bagi Industri Kripto
Masa depan regulasi kripto AS tetap menjadi salah satu isu yang paling dipantau dalam aset digital. Para pelaku pasar telah lama menantikan aturan yang lebih jelas mengenai klasifikasi token, platform perdagangan, penyimpanan aset, dan perlindungan investor.
Pandangan Bernstein menunjukkan bahwa kegagalan Undang-Undang CLARITY mungkin tidak secara otomatis menunda kemajuan regulasi. Sebaliknya, hal itu bisa mendorong regulator federal untuk bertindak lebih cepat dalam wewenang mereka yang sudah ada, berpotensi membentuk tahap berikutnya dari pengawasan crypto di Amerika Serikat.
Investor akan memantau pengumuman masa depan dari SEC dan CFTC untuk melihat apakah ada usulan baru atau inisiatif pembuatan aturan yang muncul sebagai respons.



