- Ryan Rugg mengatakan klien perusahaan membutuhkan jaringan pembayaran tertokenisasi yang beroperasi secara mulus di berbagai bank dan batas negara.
- Citigroup telah membangun infrastruktur tokenisasi yang terhubung ke jaringan penyelesaian dolar AS 24/7 yang mencakup lebih dari 300 bank.
- Kepastian regulasi dan interoperabilitas tetap penting saat bank, fintech, dan perusahaan kripto mengembangkan jaringan terpisah.
Masa depan keuangan tertokenisasi bergantung pada jaringan yang beroperasi melintasi bank, batas negara, mata uang, dan kelas aset, menurut eksekutif Citigroup Ryan Rugg. Berbicara di konferensi Consensus di Miami Beach, Florida, Rugg said sistem perbankan yang terpisah tidak dapat memberikan aliran modal global yang efisien. Sebaliknya, ia berargumen bahwa klien perusahaan memerlukan infrastruktur bersama yang memungkinkan lembaga keuangan bekerja sama secara mulus.
Rugg Menyoroti Kebutuhan akan Jaringan Bersama
Menurut liputan konferensi Consensus, Rugg menjabat sebagai Kepala Aset Digital untuk Treasury dan Trade Solutions di Citigroup. Selama pernyataannya, ia menekankan bahwa perusahaan besar mengelola ratusan atau ribuan akun di berbagai bank di seluruh dunia.
Akibatnya, bisnis semakin membutuhkan sistem pembayaran yang beroperasi terus-menerus di seluruh institusi. Rugg mengatakan klien tidak menginginkan token yang terbatas pada satu bank. Sebaliknya, mereka membutuhkan infrastruktur yang berfungsi di seluruh ekosistem perbankan.
Membangun dari poin itu, ia merujuk pada jaringan pesan Swift sebagai contoh koordinasi sepanjang industri. Menurut Rugg, keuangan yang ditokenisasi akan berkembang lebih efektif melalui kerangka bersama daripada melalui platform yang dimiliki bank secara terpisah.
Citigroup Memperluas Infrastruktur Tokenisasi
Sambil mempromosikan interoperabilitas, Rugg juga menguraikan pekerjaan Citigroup yang sudah ada di sektor tokenisasi. Menurut pernyataannya, bank tersebut telah mengembangkan platform tokenisasi sendiri.
Selain itu, Citigroup menghubungkan platform tersebut ke jaringan penyelesaian dolar AS yang beroperasi 24 jam. Jaringan saat ini mencakup lebih dari 300 bank.
Namun, Rugg menekankan bahwa modernisasi internal saja tidak dapat memenuhi permintaan perusahaan. Sebaliknya, kolaborasi yang lebih luas tetap diperlukan untuk mendukung aktivitas pembayaran lintas industri dan pergerakan modal.
Dia juga menggambarkan sistem tokenisasi sebagai alat keuangan tambahan, bukan pengganti infrastruktur yang ada.
Regulasi Tetap Menjadi Persyaratan Utama
Di samping tantangan infrastruktur, Rugg menekankan pentingnya kepastian regulasi. Menurut komentarnya, Citigroup tidak akan meluncurkan produk tokenisasi baru tanpa kejelasan hukum yang lengkap.
Sementara itu, ia menunjukkan semakin meningkatnya fragmentasi di seluruh industri. Bank, perusahaan fintech, dan perusahaan kripto terus membangun jaringan terpisah menggunakan standar teknis yang berbeda.
Menurut Rugg, tren tersebut menciptakan hambatan bagi interoperabilitas. Ia mencatat bahwa tujuan jangka panjang sektor ini tetap merupakan jaringan keuangan yang saling terhubung, bukan ekosistem digital yang terpisah-pisah.
Selain itu, Rugg mengutip penelitian Citigroup yang menunjukkan bahwa pembayaran yang lebih cepat dan lebih nyaman secara konsisten berada di antara prioritas tertinggi bagi klien korporat. Temuan tersebut, katanya, sejalan erat dengan permintaan berkelanjutan akan infrastruktur keuangan global yang lebih efisien.


