- Circle mempelajari token Arc untuk mendukung tata kelola, insentif, dan hadiah validator seiring jaringan berkembang menuju model PoS.
- Arc berjalan pada gas USDC di testnet, menargetkan keuangan institusional dengan finalitas sub-detik dan kinerja throughput tinggi.
- Perusahaan seperti BlackRock dan Visa menguji Arc, sementara Circle berencana migrasi PoS bertahap tanpa jadwal mainnet yang dikonfirmasi.
CEO Circle Jeremy Allaire said di acara perusahaan di Seoul bahwa Arc Network sedang berkembang di testnet sementara token asli sedang dalam tinjauan. Pembaruan ini, dibagikan selama pertemuan di Seoul, menguraikan rencana untuk tata kelola dan insentif. Circle sedang mempelajari bagaimana sebuah token dapat mendukung transisi masa depan ke model Proof-of-Stake.
Target Desain Token untuk Tata Kelola dan Insentif
Menurut Jeremy Allaire, token yang diusulkan akan menjadi dasar tata kelola dan koordinasi ekonomi di seluruh jaringan. Arc, yang digambarkan sebagai sistem operasi ekonomi, berfokus pada keuangan berbasis stablecoin dan alur kerja institusional. Token tersebut akan membantu menyelaraskan validator, pengembang, dan pengguna di sekitar insentif bersama.
Namun, Circle belum merilis rincian mengenai pasokan, distribusi, atau ticker. Perusahaan mengatakan pekerjaan desain masih berlanjut, dengan fokus pada ekonomi yang dapat diprediksi dan keamanan jangka panjang. Token tersebut juga akan memberi imbalan kepada peserta yang memvalidasi transaksi dan mempertahankan operasi jaringan.
Sementara itu, Arc saat ini menggunakan USDC sebagai token gas selama fase testnet publiknya. Pengaturan ini memberikan biaya yang dapat diprediksi sementara jaringan menguji infrastruktur dan integrasi intinya.
Kemajuan Testnet dan Fokus Perusahaan
Secara signifikan, Arc telah memasuki tahap testnet aktif, menunjukkan pengembangan aktif dan pengujian oleh mitra. Circle mengatakan jaringan ini bertujuan untuk aplikasi keuangan ber-throughput tinggi dan aset yang ditokenisasi. Jaringan ini juga bertujuan untuk mendukung alur kerja institusional dengan pemrosesan transaksi latensi rendah.
Selain itu, Circle menyoroti minat dari perusahaan besar yang berpartisipasi dalam pengujian awal. Ini termasuk perusahaan seperti BlackRock dan Visa, yang sedang mengeksplorasi integrasi. Jaringan saat ini menyediakan finalitas di bawah satu detik, dengan kecepatan testnet mendekati 780 milidetik.
Desain tersebut juga mempertimbangkan “agentic commerce,” di mana sistem AI menjalankan mikro-transaksi yang sering. Circle mengatakan infrastruktur ini mendukung aktivitas volume tinggi dengan kinerja yang konsisten.
Poin Peta Jalan untuk Transisi PoS Bertahap
Ke depan, Circle berencana melakukan perpindahan bertahap menuju model Proof-of-Stake. Menurut Allaire, token asli akan memungkinkan staking untuk mengamankan jaringan. Perubahan ini selaras dengan model konsensus umum yang digunakan dalam sistem blockchain yang dapat diskalakan. Namun, Circle belum menetapkan jadwal untuk peluncuran mainnet atau migrasi PoS. Perusahaan mengatakan akan terus menguji dan menyempurnakan fitur-fitur hingga 2026. Staf juga menggambarkan fase saat ini sebagai kritis untuk mengevaluasi struktur tata kelola dan ekonomi.


