Circle memperluas strategi Korea Selatan dengan kemitraan bersama Kakao Group dan Toss Bank

icon36Crypto
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Circle telah memperluas strateginya di Korea Selatan melalui kemitraan dengan Kakao Group dan Toss Bank untuk membangun infrastruktur pembayaran berbasis stablecoin, menandai kabar baru tentang blockchain di wilayah ini. Kakao Group, pemilik KakaoTalk dan Kakao Pay, akan mengeksplorasi pembayaran berbasis blockchain, sementara Toss Bank akan mengevaluasi penggunaan stablecoin dalam produk keuangan. Langkah ini mendukung pertumbuhan ekosistem, menyusul kesepakatan sebelumnya dengan Upbit dan Bithumb. Pasokan USDC kini berada di angka $74,4 miliar, di belakang Tether yang berada di $184,3 miliar.
  • Circle bermitra dengan Kakao Group dan Toss Bank untuk memperluas infrastruktur pembayaran stablecoin di seluruh ekosistem keuangan digital yang berkembang di Korea Selatan.
  • Perjanjian sebelumnya dengan Upbit dan Bithumb memperkuat adopsi USDC, sementara kemitraan baru memperluas jangkauan Circle di luar bursa mata uang kripto.
  • USDC mencapai pasokan $74,4 miliar, sementara Tether tetap menjadi pemimpin pasar dengan $184,3 miliar, menyoroti lanskap stablecoin yang kompetitif.


Circle telah memperluas kehadirannya di Korea Selatan melalui kemitraan terpisah dengan Kakao Group dan Toss Bank, memperkuat strateginya seputar pembayaran berbasis stablecoin. Menurut pengumuman Circle di X, perusahaan tersebut menandatangani Memorandum of Understanding dengan Kakao Group untuk mengeksplorasi infrastruktur pembayaran berbasis blockchain, sekaligus bermitra dengan Toss Bank untuk mengevaluasi peluang pembayaran stablecoin.


Dua perjanjian tersebut menonjolkan fokus semakin meningkatnya Circle terhadap sektor keuangan digital Korea Selatan dengan menghubungkan penerbit USDC dengan dua perusahaan teknologi keuangan mapan yang melayani jutaan pengguna di seluruh negara tersebut.


Kakao Group mengoperasikan beberapa platform digital yang banyak digunakan, termasuk KakaoTalk, Kakao Pay, dan KakaoBank, memungkinkan Circle untuk mengeksplorasi solusi pembayaran blockchain dalam salah satu ekosistem digital terbesar di Korea Selatan.


Sementara itu, Toss Bank akan menilai bagaimana stablecoin dapat mendukung layanan pembayaran dan produk keuangan lainnya seiring dengan perluasan bertahap bank berbasis internet dalam teknologi blockchain melalui kolaborasi dengan perusahaan aset digital.


Juga Baca: Egrag Crypto Mengatakan Reset Makro XRP Telah Tiba, Berbagi Peta Jalan Menuju $30


Perjanjian Baru Memperkuat Ekspansi Circle di Korea Sebelumnya

Kemitraan terbaru Circle menambah jaringannya yang terus berkembang di Korea Selatan, membangun kesepakatan terpisah yang ditandatangani dengan Upbit dan Bithumb, dua bursa mata uang kripto terbesar di negara tersebut, pada bulan April. Kolaborasi-kolaborasi tersebut berfokus pada promosi adopsi USDC di berbagai platform perdagangan Korea, sekaligus mengeksplorasi inisiatif teknologi yang lebih luas yang melibatkan infrastruktur blockchain Circle.


Jeremy Allaire, CEO Circle, menjelaskan selama pengumuman bulan April bahwa kemitraan tersebut melampaui dukungan bursa dengan menciptakan peluang untuk kolaborasi teknologi tambahan di seluruh ekosistem Circle yang terus berkembang.


Selain memperkuat hubungan dengan bursa mata uang kripto, Circle memperluas strateginya dengan bekerja langsung dengan perusahaan teknologi keuangan, memperluas kehadirannya di sektor perdagangan aset digital dan layanan pembayaran konsumen.


Toss Bank juga membawa pengalaman blockchain sebelumnya ke dalam kemitraan ini, setelah mengumumkan kolaborasi dengan Solana Foundation bulan lalu untuk mengembangkan infrastruktur keuangan berbasis blockchain bagi pengguna global.


USDC Menghadapi Persaingan Kuat Meskipun Memperluas Kehadiran Global

Ekspansi Circle terjadi saat persaingan di pasar stablecoin tetap ketat, dengan pasokan beredar USDC mencapai sekitar $74,4 miliar pada hari Kamis.


Namun, Tether terus memimpin sektor ini dengan margin yang signifikan, dengan USDT mempertahankan pasokan beredar sekitar $184,3 miliar selama periode yang sama, menegaskan posisinya yang dominan di pasar stablecoin global.


Korea Selatan tetap menjadi tujuan menarik bagi perusahaan stablecoin karena pasar mata uang kriptonya yang aktif dan ekosistem pembayaran digital yang telah berkembang. Oleh karena itu, kemitraan dengan perusahaan teknologi keuangan yang mapan dapat memperkuat posisi jangka panjang Circle seiring adopsi luas layanan pembayaran berbasis blockchain.


Kesimpulan

Kemitraan Circle dengan Kakao Group dan Toss Bank memperluas kehadirannya di luar bursa mata uang kripto dan masuk ke sektor teknologi keuangan yang lebih luas di Korea Selatan. Kesepakatan-kesepakatan tersebut juga memperkuat strategi perusahaan untuk meningkatkan adopsi USDC melalui kolaborasi dengan platform pembayaran dan perbankan yang sudah mapan.


Juga Baca: Trump Media Truth API Menghadapi Permintaan Tinjauan SEC atas Kekhawatiran Keadilan Pasar


Pos Circle Memperluas Strategi Korea Selatan Dengan Kemitraan dengan Grup Kakao dan Toss Bank muncul pertama kali di 36Crypto.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.