Terjemahan dari Cointribune, Tiongkok telah menuduh lembaga intelijen Amerika Serikat mencuri 127.272 BTC dari LuBian, sebuah kolam pertambangan Tiongkok, dalam sebuah peretasan pada tahun 2020. Dana tersebut, kini dikaitkan dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, bernilai lebih dari 14 miliar dolar. Pusat Tanggap Darurat Virus Komputer Nasional Tiongkok (CVERC) mengklaim peretasan tersebut memanfaatkan kelemahan kriptografi dalam sistem keamanan LuBian, memungkinkan akses tidak sah ke kunci pribadi. Bitcoin yang dicuri tetap tidak bergerak selama hampir lima tahun sebelum akhirnya ditransfer ke alamat yang terkait dengan Departemen Kehakiman, memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan legitimasi hukum. Kasus ini, yang diungkapkan oleh Arkham Intelligence pada Agustus 2024, kembali muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan dapat memengaruhi regulasi kripto global.
Tiongkok Menuduh AS Mencuri 127.272 BTC dari LuBian dalam Serangan 2020
CointribuneBagikan






Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.