Harga Chainlink kembali menjadi sorotan setelah data on-chain mengungkap aliran keluar harian terbesar dari bursa sejak akhir Juni. Penurunan tajam pada saldo bursa menunjukkan bahwa investor semakin memindahkan aset mereka ke self-custody, sebuah tren yang sering dikaitkan dengan akumulasi jangka panjang dan penurunan tekanan penjualan. Meskipun aktivitas on-chain menunjukkan meningkatnya kepercayaan di kalangan pemegang, para trader kini memantau apakah LINK dapat memanfaatkan sentimen yang membaik dan merebut kembali level resistance utama untuk melanjutkan pemulihannya.
Chainlink Mengalami Arus Keluar Terbesar di Bursa Sejak Akhir Juni
Data on-chain terbaru dari Santiment menunjukkan bahwa sekitar 1,26 juta LINK ditarik dari bursa terpusat, menandai arus keluar bersih terbesar sejak 29 Juni. Penurunan tajam pada saldo bursa menunjukkan bahwa lebih banyak investor memindahkan aset mereka ke self-custody daripada menyimpannya di platform perdagangan.

Arus keluar terbaru muncul di tengah minat yang kembali meningkat terhadap ekosistem Chainlink dan menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang sedang bersiap untuk potensi kenaikan meskipun token baru saja mengalami konsolidasi. Meskipun data arus bursa saja tidak menjamin kenaikan harga, data ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor dan memperkuat narasi akumulasi luas yang mengelilingi LINK.
Dengan cadangan bursa yang terus menurun, peserta pasar sekarang akan memantau apakah permintaan beli yang berkelanjutan dapat mengubah kekuatan on-chain ini menjadi terobosan harga yang decisif.
Harga LINK Bertahan pada Dukungan Kritis, dengan Bull Melihat Gerakan di Atas $9
Meskipun sinyal on-chain bullish, Chainlink terus berkonsolidasi di sekitar level support $8,14, menunjukkan bahwa pembeli masih berjuang untuk merebut kembali kendali. Token ini baru-baru ini mengalami penarikan setelah gagal mempertahankan pemulihan di atas resistance terdekat, sehingga harga tetap terperangkap dalam rentang perdagangan sempit.
Tingkat $8,14 tetap menjadi zona dukungan penting untuk LINK, yang telah berulang kali menahan penurunan terbaru. Bertahan di atas tingkat ini dapat memberikan dasar untuk upaya pemulihan lainnya, sementara kehilangan dukungan dapat mengekspos area permintaan utama berikutnya sekitar $7,07.

Relative Strength Index (RSI) telah turun di bawah level netral 50, mencerminkan perlambatan momentum bullish setelah penolakan terbaru. Namun, Chaikin Money Flow (CMF) tetap berada di wilayah positif, menunjukkan bahwa modal terus mengalir ke LINK meskipun terjadi pelemahan harga baru-baru ini.
Untuk memperkuat momentum bullish, LINK harus merebut kembali zona resistensi $9,04–$9,47. Breakout berhasil di atas wilayah ini akan mengonfirmasi kekuatan pembelian yang kembali meningkat dan meningkatkan kemungkinan pemulihan yang berkelanjutan. Sampai saat itu, token kemungkinan besar akan tetap bergerak dalam rentang, dengan $8,14 sebagai level kunci yang harus dipertahankan oleh pembeli.
Akankah Arus Keluar dari Bursa Mendorong Terobosan Berikutnya LINK?
Arus keluar terbaru Chainlink dari bursa menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang semakin mengakumulasi token tersebut, memperkuat kepercayaan terhadap prospeknya yang lebih luas. Dengan lebih banyak LINK yang berpindah dari bursa terpusat, pasokan yang tersedia untuk penjualan segera terus menyusut, menciptakan kondisi yang dapat mendukung apresiasi harga jika permintaan meningkat.
Namun, akumulasi on-chain saja kemungkinan besar tidak akan memicu reli berkelanjutan. Agar sentimen bullish dapat diterjemahkan menjadi harga yang lebih tinggi, pembeli perlu mempertahankan momentum dan mengatasi resistensi utama di atasnya. Jika akumulasi berlanjut bersama dengan peningkatan partisipasi pasar, LINK dapat berada dalam posisi yang kuat untuk pemulihan yang lebih kuat dalam sesi mendatang. Sampai saat itu, investor akan memantau apakah data on-chain yang menggembirakan dapat diterjemahkan menjadi kekuatan harga yang berkelanjutan.

