Media luar negeri melaporkan bahwa meskipun ETH mengalami penurunan signifikan sejak 2026, posisi Ethereum dalam keuangan on-chain tidak tergoyahkan. Artikel tersebut mengutip data dari Token Terminal, CryptoQuant, dan lainnya, menyatakan bahwa DeFi, stablecoin, dan aset tertokenisasi masih sangat bergantung pada lapisan penyelesaian Ethereum, yang menjadi salah satu alasan utama bagi sebagian analis untuk tetap optimis terhadap narasi jangka menengah dan panjangnya.
Skala DeFi dan stablecoin masih terkonsentrasi
Data Token Terminal menunjukkan bahwa likuiditas DeFi dalam ekosistem Ethereum sekitar $43 miliar, dengan pasokan stablecoin melebihi $165 miliar. Sekitar 55% dari aset tertokenisasi yang dilacak di blockchain publik terkait dengan ekosistem Ethereum.
Di segmen ETF tertokenisasi, Ethereum juga memimpin. Data yang dikutip dalam laporan menyatakan bahwa total kapitalisasi pasar di segmen ini melebihi US$400 juta, dengan sekitar 76,9% pangsa jatuh di ekosistem Ethereum. Artikel tersebut menyimpulkan bahwa meskipun volatilitas pasar meningkat, Ethereum tetap menjadi jaringan penyelesaian utama di balik berbagai narasi keuangan kripto.
Waktu antrian staking melebihi 60 hari
Selain skala ekosistem, data staking juga menjadi fokus utama artikel ini. Saat ini, sekitar 39,1 juta ETH telah masuk ke dalam staking, atau sekitar 32% dari total pasokan, yang sesuai dengan lebih dari 896.000 validator aktif.
- ETH yang telah di-stake sebanyak sekitar 39,1 juta
- Lebih dari 896.000 validator aktif
- Menunggu masuk ke antrian staking lebih dari 3,49 juta unit
Yang lebih diperhatikan adalah permintaan staking baru masih terakumulasi. Data menunjukkan bahwa ETH yang menunggu masuk ke antrian staking melebihi 3,49 juta unit, dengan waktu tunggu lebih dari 60 hari; sebaliknya, ETH dalam antrian penarikan hanya sekitar 7.424 unit. Artikel ini berpendapat bahwa ini menunjukkan bahwa selama fase pelemahan harga, sebagian besar pemegang ETH tetap memilih untuk mengunci ETH mereka dalam posisi berpenghasilan, bukan beralih ke penjualan.
Arus masuk ke alamat akumulasi naik ke titik tertinggi fase
Data CryptoQuant menunjukkan bahwa sekitar 248.400 ETH mengalir ke alamat akumulasi pada 20 Mei, mencatat aliran harian terbesar sejak 6 Januari. Alamat akumulasi merujuk pada jenis alamat yang cenderung memegang jangka panjang dan jarang menjual secara aktif.
Artikel tersebut menyatakan bahwa alamat-alamat semacam ini terus menyerap ETH selama fase tekanan harga, yang mencerminkan bahwa sebagian dana masih memandang Ethereum dengan perspektif jangka panjang. Artikel juga menyebut bahwa sebagian analis sedang memperhatikan rentang harga jangka panjang dan model rata-rata bergerak dua tahun, yang dianggap mendekati wilayah akumulasi historis ETH. Namun, penilaian ini masih terutama bersifat pandangan pasar, dan kinerja selanjutnya akan bergantung pada perubahan lingkungan makro dan preferensi risiko.

