BlockBeats melaporkan, pada 11 Maret, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Februari akan dirilis pada pukul 20:30 UTC+8. Pasar secara umum mengharapkan laju CPI bulanan sekitar 0,3%, laju tahunan tetap di 2,4%, dan laju CPI inti bulanan sekitar 0,2%. Berbagai lembaga, termasuk Goldman Sachs, memperkirakan inflasi inti akan mengalami sedikit penurunan, namun harga energi dan risiko geopolitik masih berpotensi menimbulkan ketidakpastian terhadap jalur inflasi masa depan, sehingga pasar tetap hati-hati menjelang rilis data.
Data ketenagakerjaan AS baru-baru ini melemah lebih dari diperkirakan, sehingga meningkatkan pentingnya laporan inflasi kali ini. Pasar sedang mengevaluasi jalur kebijakan Fed masa depan melalui CPI: jika inflasi terus menurun, kebijakan moneter kemungkinan akan tetap diharapkan longgar; namun, jika kenaikan harga energi menyebar ke inflasi, ketidakpastian jalur suku bunga akan tetap ada.
Dalam konteks peningkatan ketidakpastian makro, aset berisiko secara keseluruhan berada dalam keseimbangan baru yang menunggu pemicu data. Arus dana lintas pasar menunjukkan perbedaan jelas di antara energi, komoditas, dan saham teknologi, sehingga volatilitas pasar jangka pendek tetap berada pada level relatif tinggi.
Di pasar kripto, BTC rebound masuk ke fase konsolidasi, di mana area sekitar $72.000 masih menumpuk likuiditas short besar, sementara zona kliring long leverage tetap ada di sekitar $67.000–$69.000. Harga saat ini bergerak berosilasi di sekitar $69.600.
Secara keseluruhan, menjelang rilis data CPI, pasar kripto belum membentuk tren satu arah baru, dan perilaku harga BTC lebih banyak mencerminkan permainan likuiditas dalam rentang yang didorong oleh peristiwa makro.

