Dua pertandingan memasuki musim Premier League 2026/27, Bruno Fernandes sudah memimpin perlombaan sepatu emas. Kapten Manchester United ini telah mencetak tiga gol dan memberikan satu assist dalam 180 menit pertama pertandingan liga.
Untuk saat ini, ia adalah pemimpin tak terbantahkan di papan skor yang penuh sesak. Setidaknya tujuh pemain lainnya berada di posisi imbang dengan dua gol masing-masing, tetapi Fernandes sendirian di puncak.
Hatrik yang menetapkan nada
Kinerja utama terjadi pada 30 Agustus 2026, ketika Fernandes menghancurkan Ipswich Town hampir sendirian dalam kemenangan 5-2 di kandang di Old Trafford. Tiga golnya dalam pertandingan itu memberikan United kemenangan yang meyakinkan dan menjadi hat-trick ketiga karier nya untuk klub tersebut.
Tingkat gol per 90 menit sebesar 1,5 dalam dua pertandingan memang, secara alami, tidak berkelanjutan. Namun, hal ini menggambarkan sesuatu yang nyata: Fernandes memasuki musim ini dengan kepercayaan diri seorang pria yang baru saja memecahkan salah satu rekor paling diidamkan di Premier League.
Rekor tersebut dicatat pada 2025/26, ketika ia mencatatkan 21 assist, melewati rekor assist Premier League sebelumnya yang dipegang oleh Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Ia juga mencetak sembilan gol pada musim itu, dan dinobatkan sebagai Pemain Pria Terbaik PFA untuk kampanye tersebut.
Gambaran lebih besar United lebih kabur
Manchester United berada di tengah klasemen setelah dua pertandingan, dengan satu kemenangan dan satu kekalahan. Kemenangan telak 5-2 atas Ipswich terlihat mengesankan, tetapi kekalahan di pertandingan pembuka menjadi pengingat bahwa manajer Michael Carrick masih memiliki pekerjaan untuk dilakukan dalam membangun konsistensi di seluruh skuad.
Pada 2025/26, sembilan gol dan rekor 21 assist dari seorang gelandang biasanya menjadi dasar untuk menantang gelar. Hasil akhir United di liga pada musim itu tidak mencerminkan tingkat kontribusi individu sebesar itu, yang justru membuat penghargaan PFA terasa seperti perayaan sekaligus penghibur.
Apa yang perlu diperhatikan seiring perkembangan musim
Apa yang membuatnya menjadi pesaing kredibel daripada sekadar keanehan statistik adalah kombinasi peran yang dia emban. Dia bukan penyelesa akhir di kotak penalti yang mengumpulkan gol mudah. Hat-trick-nya melawan Ipswich datang dari permainan terbuka, dari gerakan dan waktu yang tepat, bukan dari kesempatan posisional.
