
Wawasan Utama:
- Boris Johnson menyebut Bitcoin sebagai "skema Ponzi," memicu perdebatan baru dalam berita Bitcoin.
- Michael Saylor dan Eric Trump menolak pernyataan Johnson, membela desain terdesentralisasi Bitcoin.
- Diskusi online memperluas perdebatan karena sebagian pengguna membandingkan bitcoin dengan skema piramida atau "penipuan orang yang lebih bodoh".
Berita bitcoin menarik perhatian setelah mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menggambarkan bitcoin dan cryptocurrency lainnya sebagai “skema Ponzi raksasa.” Komentarnya muncul di kolom Daily Mail dan memicu tanggapan dari ketua eksekutif Strategy Michael Saylor dan Eric Trump.
Johnson berpendapat bahwa cryptocurrency sangat bergantung pada kepercayaan daripada nilai intrinsik. Ia mengatakan bahwa harga mereka bergantung pada aliran konstan investor baru yang masuk ke pasar. Akibatnya, komentarnya cepat menyebar di sektor aset digital.
Namun, Saylor membantah deskripsi tersebut. Ia mengatakan Bitcoin beroperasi berbeda dari skema keuangan karena tidak memiliki promotor atau penerbit pusat. Eric Trump juga menolak posisi Johnson dalam tanggapan singkat.
Bersama-sama, bursa mengembalikan berita bitcoin ke dalam perdebatan publik. Diskusi berfokus pada bagaimana kritikus dan pendukung menafsirkan struktur dan nilai pasar mata uang kripto.
Berita Bitcoin: Michael Saylor Menolak Klaim Skema Ponzi
Michael Saylor menanggapi pernyataan Johnson secara langsung. Ia menyatakan bahwa bitcoin tidak menunjukkan karakteristik skema Ponzi.
Saylor menjelaskan bahwa bitcoin tidak memiliki penerbit dan tidak ada promotor terpusat. Ia juga mengatakan jaringan ini tidak menjamin imbal hasil bagi para investor.
Menurut Saylor, sistem ini berfungsi sebagai jaringan moneter terbuka. Ia menambahkan bahwa operasinya bergantung pada kode terdesentralisasi dan permintaan pasar, bukan janji terpusat.
Eric Trump juga menanggapi kritik terhadap Johnson. Dalam pesan singkat, ia mengatakan bahwa ia “sama sekali tidak setuju” dengan klaim bahwa bitcoin menyerupai skema Ponzi.
Boris Johnson Menjelaskan Mengapa Ia Menyebut Bitcoin Sebagai Skema Ponzi
Johnson menjelaskan alasanannya dalam kolom Daily Mail. Ia menulis bahwa cryptocurrency tampak mirip dengan skema Ponzi karena bergantung pada masuknya investor yang terus-menerus.
Johnson menulis:
Saya selalu mencurigai sejak awal bahwa semua cryptocurrency pada dasarnya adalah skema Ponzi.

Dia menambahkan bahwa sistem semacam itu memerlukan "pasokan konstan investor baru yang mudah percaya."
Untuk menggambarkan kekhawatirannya tentang berita Bitcoin, Johnson membagikan kisah pribadi dari desanya. Contohnya melibatkan seseorang yang berinvestasi dalam Bitcoin setelah bertemu seseorang di sebuah pub.
Menurut Johnson, orang tersebut menginvestasikan sekitar £500, sekitar $661, setelah diberi tahu bahwa investasi tersebut akan berlipat ganda. Situasi tersebut kemudian berkembang berbeda dari yang diharapkan.
Johnson menulis bahwa investor tersebut akhirnya kehilangan hampir £20.000, sekitar $26.446. Kerugian tersebut terjadi saat mencoba memulihkan dana dan membayar biaya terkait.
Mantan perdana menteri itu juga mempertanyakan apakah bitcoin memiliki nilai dasar apa pun. Ia mencatat bahwa aset ini hanya ada sebagai kode digital yang disimpan di komputer.
Debat Online Menambah Diskusi Berita Bitcoin
Sementara itu, diskusi daring tentang berita Bitcoin juga meninjau kritik Johnson. Beberapa investor memperdebatkan apakah Bitcoin lebih menyerupai struktur piramida daripada skema Ponzi.
Menurut salah satu pengguna Reddit, skema piramida didasarkan pada sistem pemasaran jaringan. Bitcoin memiliki beberapa ciri yang sama dengan kerangka tersebut, seperti yang disebutkan pengguna tersebut.
Salah satu responden menyebut bitcoin sebagai permainan orang bodoh yang lebih besar. Definisi tersebut didasarkan pada gagasan bahwa investor menang ketika menjual aset mereka kepada orang lain dengan harga tinggi.
Postingan Bitcoin News: Boris Johnson Menyebut Bitcoin Sebagai “Skema Ponzi,” Michael Saylor Balas Serang muncul pertama kali di The Coin Republic.

