BNY Mellon Memperingatkan Fed Mungkin Menaikkan Suku Bunga di Tengah Tekanan Inflasi

iconCoinomedia
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Mengutip CoinoMedia, CEO BNY Mellon memperingatkan bahwa The Fed mungkin menaikkan suku bunga di tengah inflasi dan tekanan politik, berlawanan dengan ekspektasi pasar terhadap pemotongan. Data tenaga kerja yang kuat dan pengeluaran konsumen yang stabil dapat menjaga inflasi tetap tinggi, mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan lebih lanjut. Pedagang mengamati BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi, meskipun regulasi CFT dapat menambah hambatan pada aliran kripto.
BNY Mellon Memperingatkan Fed Mungkin Menaikkan Suku Bunga di Bawah Tekanan
  • CEO BNY Mellon melihat tekanan ke atas pada kebijakan Fed.
  • Suku bunga mungkin akan naik jika kekhawatiran inflasi meningkat.
  • Pasar bisa menghadapi volatilitas yang lebih tinggi di tengah ketidakpastian The Fed.

BNY Mellon Memberikan Peringatan atas Kebijakan The Fed

Dalam peringatan terbaru bagi pasar dan pembuat kebijakan, CEO raksasa manajemen aset senilai 2,2 triliun dolar BNY Mellon mengatakan bahwa tekanan politik dan ekonomi yang meningkat terhadap Federal Reserve dapat menyebabkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Hal ini terjadi saat pasar secara umum memasukkan harga bagi pemotongan suku bunga di masa depan—bukan kenaikan.

CEO menyampaikan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi yang berkelanjutan dan harapan terhadap tindakan tegas The Fed mungkin akan memaksa bank sentral ke posisi yang sulit. Alih-alih menurunkan suku bunga, The Fed bisa dipaksa untuk menaikkan suku bunga kembali, berisiko mengurangi pertumbuhan atau bahkan resesi.

Sinyal Campuran di Ekonomi yang Tidak Stabil

Para investor telah berharap besar akan adanya pemotongan suku bunga pada 2024, terutama karena inflasi menunjukkan tanda-tanda membaik. Namun, sang kepala BNY Mellon menunjukkan bahwa harapan mungkin melebihi kenyataan. Dengan data pasar tenaga kerja yang kuat dan belanja konsumen yang tangguh, inflasi bisa tetap tinggi — memaksa The Fed tidak punya pilihan selain memperketat kebijakan lebih lanjut.

Peringatan ini bertentangan dengan sentimen pasar yang lebih optimis. Beberapa analis percaya bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga secepat bulan Juli 2024. Tapi jika prediksi BNY Mellon terbukti akurat, pasar bisa mengalami goncangan.

BARU SAJA: CEO BNY Mellon senilai 2,2 triliun dolar memperingatkan tekanan terhadap Federal Reserve bisa mendorong suku bunga lebih tinggi. pic.twitter.com/CM5QcLnhRN

— Watcher.Guru (@WatcherGuru) 13 Januari 2026

Sebuah Peringatan untuk Investor

Pesan tersebut jelas: jangan terlalu nyaman. Jika The Federal Reserve merasa terjepit oleh tekanan publik, kebisingan politik, atau data inflasi yang membandel, mungkin akan merespons dengan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi — bukan pemotongan. Hal ini akan berdampak pada segala sesuatu mulai dari kripto dan saham hingga pasar properti dan obligasi.

Saat ini, semua perhatian tetap tertuju pada Ketua Fed Jerome Powell dan pertemuan FOMC yang akan datang, di mana arah kebijakan akan diperiksa lebih teliti daripada sebelumnya.

Baca Juga:

Postingan BNY Mellon Memperingatkan Fed Mungkin Menaikkan Suku Bunga di Bawah Tekanan muncul pertama kali pada CoinoMedia.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.