Block milik Jack Dorsey baru saja meluncurkan platform kolaborasi yang memperlakukan agen AI bukan sekadar autocomplete canggih, melainkan seperti rekan kerja sungguhan, lengkap dengan identitas dan tanda tangan kriptografis mereka sendiri. Platform ini bernama Buzz, dan bertujuan menggantikan tumpukan alat Slack, GitHub, dan alat AI apa pun yang saat ini Anda salin-tempelkan promptnya dengan selotip.
Ini dia masalahnya: Buzz bukan sekadar aplikasi obrolan kantor biasa dengan bot AI yang ditambahkan. Ia dibangun sepenuhnya di atas protokol Nostr, lapisan pesan terdesentralisasi yang telah lama didukung oleh Dorsey. Setiap pesan, setiap komit, dan setiap output yang dihasilkan AI ditandatangani secara kriptografis. Artinya, Anda benar-benar dapat memverifikasi siapa, atau apa, yang menghasilkan suatu karya.
Apa yang sebenarnya dilakukan Buzz
Pada intinya, Buzz menggabungkan tiga hal yang saat ini dikelola tim melalui aplikasi terpisah: obrolan real-time, hosting repositori Git, dan integrasi agen AI multi-model. Sudut pandang agen AI adalah di mana hal-hal menjadi benar-benar menarik. Alih-alih terhubung ke satu penyedia AI saja, Buzz mendukung beberapa model termasuk Claude Code dan OpenAI Codex. Setiap agen AI mendapatkan identitas kriptografis unik dalam sistem, memungkinkannya menandatangani karyanya sendiri dan mempertahankan otoritas independen. Dalam bahasa Inggris: ketika AI menulis kode atau menyusun dokumen di Buzz, ada catatan yang dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah bahwa AI yang melakukannya, bukan manusia yang berpura-pura menulisnya pada jam 2 pagi.
Platform ini tersedia sebagai aplikasi desktop gratis di macOS, Windows, dan Linux, dengan opsi yang di-host dapat diakses di buzz.xyz. Organisasi juga dapat meng-host instance Buzz mereka sendiri, artinya mereka tidak perlu bergantung pada server Block sama sekali. Seluruh kode sumber dipublikasikan di bawah lisensi Apache 2.0.
Taruhan Dorsey pada Nostr kembali ke titik awal
Keputusan Block untuk membangun Buzz di Nostr bukanlah pilihan arsitektur sembarangan. Dorsey telah menjadi salah satu pendukung paling terlihat dari Nostr, menyumbangkan 14 BTC untuk pengembangan protokol ini pada tahun 2022. Nostr adalah protokol terdesentralisasi untuk pesan yang ditandatangani dan penanganan peristiwa, awalnya dirancang sebagai lapisan jejaring sosial yang tahan sensor, dengan dasar kriptografi yang membuatnya sangat cocok untuk kolaborasi perusahaan. Setiap peristiwa di Nostr ditandatangani oleh sepasang kunci, yang berarti otentisitas tertanam dalam protokol, bukan ditambahkan setelahnya.
Inspirasi untuk Buzz dikabarkan berasal dari tantangan yang dialami tim akibat penggunaan AI yang terpisah-pisah. Pergantian konteks antara aplikasi chat, repositori kode, dan berbagai alat AI menciptakan apa yang disebut proyek sebagai hilangnya riwayat keputusan. Buzz bertujuan berfungsi sebagai "mind koloni" bagi tim, dengan menyimpan seluruh konteks, baik yang dihasilkan manusia maupun AI, dalam satu ruang kerja yang terpadu.
Satu hal yang tidak ada: tidak ada token mata uang kripto atau struktur tata kelola yang terkait dengan Buzz. Block menempatkan ini sebagai alat produktivitas, bukan sebagai upaya Web3 dengan ekonomi token spekulatif yang ditambahkan di atasnya.
Apa artinya ini bagi para investor dan pasar secara luas
Dampak kompetitifnya nyata. Slack, yang dimiliki oleh Salesforce, dan GitHub, yang dimiliki oleh Microsoft, adalah pemain mapan dengan basis pelanggan perusahaan yang sangat besar. Pendekatan kriptografis Buzz dalam manajemen agen AI menciptakan jejak audit yang tidak dimiliki oleh sebagian besar alat perusahaan, di mana setiap agen menerima identitas berbasis Nostr sendiri dengan izin spesifik.
Investor yang memantau ruang perangkat lunak perusahaan harus memperhatikan kemampuan self-hosting. Organisasi yang ragu-ragu untuk mengirimkan kode dan percakapan propietaris melalui server pihak ketiga kini memiliki opsi open-source yang memungkinkan mereka menyimpan semuanya di dalam negeri.


