
Wawasan Utama:
- Berita terbaru tentang bitcoin menunjukkan bahwa CEO BitGo, Mike Belshe, menantang Claude AI untuk memindahkan 100 BTC dari dompet BitGo.
- Dompet tetap tidak tersentuh karena tantangan ini memicu perdebatan mengenai keamanan AI dan kripto.
- CEO BitGo mengatakan keamanan multi-tanda tangan tetap menjadi pertahanan terbaik melawan titik kegagalan tunggal.
Berita bitcoin berfokus pada tantangan publik dari CEO BitGo, Mike Belshe, yang mengundang Claude AI untuk memindahkan 100 bitcoin yang disimpan di dompet BitGo. Langkah ini memicu pembahasan baru tentang keamanan dompet, peretas, dan mengapa perlindungan multi-tanda tangan masih penting bagi pemegang bitcoin saat ini.
Berita Bitcoin: CEO BitGo Menantang Claude AI untuk Memindahkan Dana
CEO BitGo, Mike Belshe, telah menantang Claude AI untuk memindahkan 100 bitcoin dari dompet BitGo. Ia membagikan alamat dompet tersebut dalam postingan publik dan meminta AI untuk mengambil dana tersebut jika mampu.
Pesan nya datang setelah Anthropic mengungkapkan bahwa Claude telah mengakses internet selama beberapa tes terkendali. Perusahaan tersebut mengatakan AI tersebut mendapatkan akses tidak sah ke sistem milik tiga organisasi nyata saat menggunakan lingkungan pengujian pihak ketiga.
Belshe mempertanyakan seberapa besar hasil pengujian tersebut benar-benar menunjukkan keamanan di dunia nyata. Ia mengatakan telah cukup banyak pembicaraan tentang AI yang menjadi alat peretasan yang kuat, dan saatnya menguji klaim tersebut dalam lingkungan nyata.

Untuk memperkuat argumennya, ia mengatakan bahwa ia telah menempatkan 100 bitcoin di dompet BitGo dan secara terbuka membagikan alamatnya. Ia menantang Claude AI untuk memindahkan koin tersebut. Postingan itu dengan cepat menarik perhatian komunitas kripto. Banyak orang mulai memantau dompet mereka untuk melihat apakah ada sesuatu yang terjadi.
Pada 2 Agustus, data blockchain menunjukkan bahwa bitcoin belum bergerak. Dompet masih memegang jumlah penuh. Tantangan tersebut tidak disajikan sebagai serangan terhadap bitcoin itu sendiri. Sebaliknya, hal itu memunculkan pertanyaan apakah sistem AI dapat menembus keamanan yang digunakan oleh perusahaan yang menyimpan aset digital untuk pelanggan.
Diskusi tersebut juga membawa Claude AI dan CEO BitGo, Mike Belshe, ke dalam Spotlight saat orang-orang memperdebatkan apakah laporan dari pengujian terkendali dapat dibandingkan dengan sistem keamanan nyata yang digunakan untuk melindungi dana pelanggan.
Dompet Publik Juga Menjadi Sasaran Peretas
Tantangan tersebut tidak hanya menarik perhatian para pengamat AI, tetapi juga menarik minat orang-orang yang mengikuti keamanan siber. Komentator kripto Han Akamatsu mengatakan bahwa mempublikasikan dompet yang memegang bitcoin sebanyak itu secara alami menarik peretas dari seluruh dunia. Menurutnya, tantangan ini tidak lagi hanya tentang Claude AI.
Menurut berita bitcoin, ia mengatakan cerita sebenarnya akan terjadi jika AI berhasil membobol keamanan BitGo dan memindahkan koin tanpa izin. Jika itu terjadi, itu akan menjadi salah satu cerita keamanan siber terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Han juga mengatakan bahwa peristiwa semacam itu akan menunjukkan masalah pada keamanan BitGo, bukan pada bitcoin itu sendiri. Ia menambahkan bahwa bitcoin tidak akan tiba-tiba kehilangan nilainya hanya karena ada yang mengklaim bahwa AI telah membobol dompet. Kekuatan jaringan bitcoin dan keamanan yang digunakan oleh penyedia dompet adalah masalah yang berbeda. Untuk saat ini, dompet publik hanya menjadi sesuatu yang banyak orang pantau.
CEO BitGo Menunjuk Kembali ke Keamanan Multi-Signature
Dalam perkembangan terpisah, Belshe membagikan artikel yang ditulis pada 2014 oleh salah satu pendiri BitGo, Ben Davenport. Artikel tersebut menjelaskan bagaimana dompet multi-tanda tangan membantu melindungi bitcoin dengan menghilangkan titik kegagalan tunggal. Alih-alih mengandalkan satu kunci, diperlukan persetujuan ganda sebelum dana dapat dipindahkan.

Belshe mengatakan bahwa ide tersebut masih penting hingga hari ini. Ia mencatat bahwa perangkat lunak dapat mengandung bug, tetapi sistem yang kuat dapat mengurangi kerusakan yang mungkin ditimbulkan. Ia juga mengatakan bahwa industri ini telah berubah banyak sejak 2014, tetapi ide dasar di balik keamanan multi-tanda tangan tetap sama.
Banyak institusi kini menggunakan jenis perlindungan ini untuk simpanan Bitcoin mereka. Belshe percaya pengguna individu juga bisa mendapatkan manfaat darinya. Lebih penting lagi, 100 Bitcoin tetap tidak tersentuh, dan tantangan ini masih berlangsung. Sampai ada perubahan, uji coba publik terus memicu diskusi seputar berita Bitcoin, Claude AI, dan kepercayaan CEO BitGo Mike Belshe terhadap keamanan dompet multi-tanda tangan.
Pos Bitcoin News: CEO BitGo Menantang Claude AI untuk Memindahkan 100 Bitcoin muncul pertama kali di The Coin Republic.

