Pandangan Utama
- Harga Bitcoin memiliki banyak katalis bearish, termasuk teknikalnya.
- Arus masuk ETF Bitcoin spot telah meningkat lebih dari $1 miliar tahun ini.
- The Federal Reserve diharapkan akan terus menurunkan suku bunga.
Harga Bitcoin kembali naik ke tingkat tertinggi sejak 14 November, bahkan setelah Komite Perbankan Senat menangguhkan Rancangan Undang-Undang Struktur Pasar untuk memberi jalan bagi negosiasi setelah Coinbase menarik dukungannya. BTC naik ke $97.685, naik 20% di atas level terendahnya pada November. Artikel ini mengulas beberapa alasan utama mengapa BTC diprediksi akan melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa tahun ini.
Prediksi Harga Bitcoin: Lonjakan ke Rekor Tertinggi Didukung oleh Teknikal
Analisis teknis menunjukkan bahwa harga Bitcoin masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Grafik timeframe mingguan menunjukkan bahwa koin ini berada dalam tren naik yang kuat setelah mencapai level terendah di $15.370 pada Desember 2022.
Rally ini tidak berjalan lurus. Justru, koin ini mengalami beberapa kali koreksi, termasuk pada April tahun lalu ketika Donald Trump meluncurkan tarif timbal baliknya.
Pengamatan lebih dekat menunjukkan bahwa koin ini selalu tetap berada di atas garis tren naik yang menghubungkan ayunan terendah pada Januari dan Agustus 2024, serta November tahun lalu. Garis tren ini telah memberinya dukungan yang signifikan, dengan para pembeli selalu turun tangan setiap kali harganya turun ke level tersebut.
Selain itu, koin ini secara konsisten tetap berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 100 minggu. Koin ini selalu memantul kembali setiap kali turun ke tingkat dukungan dinamis tersebut.
Bitcoin sedang berusaha bergerak di atas Major S&R Pivot Point dari alat Murrey Math Lines, yang merupakan sinyal bullish. Oleh karena itu, koin ini kemungkinan besar akan terus naik karena para pembeli awal menargetkan level psikologis di $100.000. Gerakan di atas titik tersebut akan menarik lebih banyak investor saat rasa takut ketinggalan (FOMO) menyebar.
Koin kemudian akan melompat ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $126.300, diikuti oleh tingkat Ultimate Resistance sebesar $150.000. Namun, penurunan di bawah garis tren naik akan menghilangkan proyeksi bullish.

Arus Masuk ETF Bitcoin Spot Telah Dimulai Kembali
Sementara itu, ada tanda-tanda bahwa investor ritel dan institusional Amerika mulai untuk beli ETF Bitcoin setelah pemangkasan terbaru.
Data yang dikumpulkan oleh SeSekaliNilai menunjukkan bahwa ETF-ETF ini menambah aset senilai 843 juta dolar pada hari Rabu, peningkatan harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan ini didorong oleh IBIT dari BlackRock, yang menambah 648 juta dolar dalam aset. BTC dari Fidelity menambah 125 juta dolar, sementara ARKB dari Ark menambah aset lebih dari 25 juta dolar.
Dana-dana ini telah menerima aliran dana lebih dari $1,5 miliar bulan ini, melampaui outflow Desember sebesar $1,02 miliar. Oleh karena itu, dana-dana ini kemungkinan besar akan terus menumpuk aset seiring waktu, mengarah pada permintaan yang lebih besar.
Pemotongan Suku Bunga Federal Reserve pada 2025
Kebijakan moneter akan mendukung harga Bitcoin tahun ini. Peluangnya adalah Federal Reserve akan terus menurunkan suku bunga tahun ini, mengingat inflasi AS sedang menurun dan pasar tenaga kerja sedang mengalami kesulitan.
Data yang dirilis minggu ini menunjukkan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) turun dari 2,7% pada November menjadi 2,6% pada Desember tahun lalu. Laporan lain yang dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa tingkat pengangguran turun ke 4,4%.
Oleh karena itu, meskipun Federal Reserve mengisyaratkan bahwa akan memberikan satu kali pemotongan suku bunga, sebagian besar pedagang memperkirakan tiga kali pemotongan suku bunga pada tahun ini. Seperti yang ditunjukkan grafik di bawah, survei Polymarket menemukan bahwa sebagian besar pedagang memperkirakan tiga kali pemotongan.

Regulasi Ramah di Amerika Serikat
Harga Bitcoin kemungkinan akan terus naik karena potensi regulasi yang lebih ramah dari Amerika Serikat.
Salah satu dari rancangan undang-undang utama akan menjadi UU Kejelasan, yang kini terhambat di Kongres karena oposisi Coinbase. Namun, masih ada kemungkinan bahwa rancangan undang-undang tersebut akhirnya akan disetujui pada akhir tahun ini. Rancangan undang-undang ini akan datang setelah Kongres mengesahkan Undang-Undang GENIUS tahun lalu.
Sementara itu, Donald Trump telah mengusulkan agar memungkinkan rekening pensiun untuk berinvestasi dalam cryptocurrency. Langkah seperti ini akan mengakibatkan permintaan yang lebih besar pada saat pasokan di bursa sedang menurun.
Postingan Prediksi Harga Bitcoin: Alasan Utama BTC Akan Melonjak ke ATH pada 2026 muncul pertama kali pada The Market Periodical.

