Media asing melaporkan bahwa volatilitas implisit opsi bitcoin telah turun ke level terendah sepanjang tahun 2026, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS naik ke level tertinggi tahun ini. Kombinasi ini menarik perhatian pasar. Jeff Park, kepala Bitwise Alpha Strategies, berpendapat bahwa divergensi semacam ini biasanya tidak berlangsung lama, dan bitcoin kemungkinan akan mengalami fluktuasi harga yang lebih jelas ke depan.
BTC masih terjebak dalam pergerakan sempit
Laporan menyebutkan bahwa bitcoin sempat turun ke kisaran $58.000 hingga $60.000 pada akhir Juni, kemudian memulai pemulihan dan mendekati $67.000 pada sekitar 21 Juli. Namun, pemulihan setelah itu tidak berlanjut, dan harga sebagian besar tetap berada di kisaran $63.000 hingga $66.000, beberapa kali menguji batas atas kisaran tersebut sebelum kembali turun.
Pada saat penulisan, bitcoin diperdagangkan sekitar $64.785. Artikel tersebut berpendapat bahwa pemertahanan volatilitas rendah dalam jangka panjang biasanya sulit bertahan, dan pasar sering kali keluar dari rentang saat ini setelah munculnya faktor katalis.
Imbal hasil obligasi AS dan pasar kripto menunjukkan perbedaan
Jeff Park di platform sosial X menyatakan bahwa volatilitas tersirat bitcoin berada di level terendah tahun ini, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS berada di level tertinggi tahun ini, "ini pada akhirnya hanya akan berakhir dengan satu cara." Media asing menafsirkan pernyataan ini sebagai indikasi bahwa pergerakan tenang pasar kripto saat ini tidak selaras dengan sinyal ketegangan yang dikeluarkan oleh pasar makro.
Volatilitas implisit mencerminkan penetapan harga oleh trader opsi terhadap volatilitas harga di masa depan. Semakin rendah volatilitas implisit, biasanya berarti pasar mengharapkan volatilitas berikutnya lebih kecil, sehingga harga opsi juga relatif lebih murah; jika pasar mengharapkan volatilitas meningkat, biaya opsi biasanya akan naik.
Pasar masih memiliki perbedaan pendapat mengenai arah selanjutnya
Sebagian pelaku pasar setuju dengan penilaian ini, berpendapat bahwa fase volatilitas rendah bitcoin sering berakhir dengan breakouts ke atas, sementara fase volatilitas tinggi di pasar obligasi lebih cenderung berkorelasi dengan penurunan imbal hasil. Namun, beberapa pihak mengingatkan bahwa pasar makro tidak selalu berkembang mengikuti satu jalur tunggal, dan deviasi saat ini belum tentu hanya akan mengarah pada satu hasil.
Pandangan keseluruhan artikel adalah bahwa yang lebih patut diperhatikan saat ini bukan apakah Bitcoin masih tetap dalam rentang, melainkan berapa lama lagi keadaan volatilitas rendah ini dapat bertahan. Sekali ada katalis eksternal, BTC dapat segera keluar dari pola sideways saat ini.

