Analisis media asing menyatakan bahwa setelah penurunan cepat bitcoin pada awal Juni, posisi pasar terhadap penurunan yang lebih dalam jelas meningkat. Artikel tersebut menyebutkan bahwa BTC hampir mengembalikan sekitar 20%, dan untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir jatuh di bawah $60.000, sehingga likuidasi berantai di pasar derivatif memperkuat ekspektasi pesimistis.
Clearing long position mendekati $500 juta dalam 48 jam terakhir

Mengutip data CoinGlass, tulisan tersebut menyebut bahwa setelah bitcoin jatuh di bawah $60.000, jumlah posisi long yang dibersihkan dalam waktu 48 jam terakhir mendekati $500 juta. Kecemasan juga meningkat secara bersamaan, dengan Crypto Fear and Greed Index memasuki zona "ketakutan ekstrem".
Artikel tersebut menunjukkan bahwa tahap emosional semacam ini sebelumnya sering muncul bersamaan dengan penjualan terkonsentrasi. Namun, kepanikan pasar tidak selalu berarti harga akan terus turun secara satu arah. Sebelumnya, ketika bitcoin turun ke kisaran yang serupa, terjadi rebound jangka pendek pada bulan Maret dan April.
Buy pressure is considered to be weakening
Penilaian inti dari komentar ini adalah bahwa penurunan kali ini bukan hanya fluktuasi emosional, tetapi pasar sedang menyesuaikan kembali harga risiko. Artikel secara khusus menyebutkan bahwa harga sejumlah alat pembiayaan dan posisi yang terkait dengan Bitcoin melemah, menunjukkan bahwa kekuatan pembeli pendukung sedang berkurang.
Dalam artikel tersebut, dengan mengambil alat pembiayaan terkait Strategy, STRC, sebagai contoh, harganya jatuh di bawah $92, memperlebar diskon dari nilai nominal $100. Hal ini ditafsirkan sebagai tekanan terhadap model pembiayaan Strategy, yang juga berarti Bitcoin mungkin kehilangan sebagian sumber permintaan marjinal.
Posisi dan tekanan jual pasif mendominasi pergerakan jangka pendek
Artikel tersebut berpendapat bahwa yang lebih patut diperhatikan di pasar saat ini bukanlah indikator sentimen tunggal, melainkan perubahan dalam struktur posisi, likuiditas, dan tekanan penjualan pasif. Stop-loss yang terkonsentrasi di kalangan pemegang jangka pendek, ditambah dengan likuidasi posisi margin, memperbesar volatilitas harga.

Dalam kerangka ini, media asing berpendapat bahwa ekspektasi pasar terhadap penurunan harga bitcoin di bawah $50.000 tidak sepenuhnya didorong oleh kepanikan, tetapi terkait dengan struktur modal saat ini dan proses pelepasan tekanan jual. Artikel menyimpulkan bahwa dalam kondisi permintaan beli yang melemah, pergerakan jangka pendek kini lebih banyak didorong oleh penyesuaian posisi dan liquidasi paksa.

